Agam Ikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak Bersama BNPB
- 08 Jul 2026 07:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam - Pemerintah Kabupaten Agam mengikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak yang dipimpin Kepala BNPB Letnan Jendral TNI Suharyanto secara virtual, Senin, 6 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala daerah yang terdampak bencana dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dari Kabupaten Agam, rapat diikuti secara daring oleh Bupati Agam Benni Warlis, didampingi Sekretaris Daerah M. Luhfi AR, Asisten II Setda Agam Andrinaldi, Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmad Lasmono, , serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rinaldi di Ruang Rapat Bupati Agam.
Rapat bertujuan menyatukan langkah dan mempercepat tindak lanjut penanganan pascabencana di tiga provinsi. Dalam arahannya, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan, alokasi anggaran dan dukungan kementerian/lembaga telah tersedia, sehingga pemerintah daerah diharapkan segera mengakselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Kepala BNPB juga meminta para kepala daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana.
"Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak," tegasnya.
Dalam rapat disampaikan, BNPB telah menerima dan mereviu usulan pembangunan hunian tetap (Huntap) melalui skema in-situ/relokasi mandiri sebanyak 14.897 unit, terdiri dari 12.671 unit di Aceh, 1.531 unit di Sumatera Utara, dan 695 unit di Sumatera Barat.
Selain itu, pemerintah daerah didorong memberikan dukungan melalui percepatan penyediaan material konstruksi, pembiayaan tim teknis, serta penguatan anggaran melalui Transfer ke Daerah (TKD). Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih melaksanakan verifikasi dan validasi data kerusakan rumah sebagai dasar pengajuan bantuan tahap berikutnya kepada BNPB. (ITA/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....