Dinkes Kalsel Perkuat Evaluasi AMPSR, Tekan Kematian Ibu dan Bayi

  • 07 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon (AMPSR) guna menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih dapat dicegah. Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu dan Bayi melalui AMPSR Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar di Banjarmasin, Selasa 7 Juli 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, mengatakan pertemuan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sekaligus mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kalimantan Selatan.

"Pertemuan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak melalui upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Sebagian besar kematian tersebut sebenarnya masih dapat dicegah apabila penanganan dilakukan secara tepat dan cepat," ujar Diauddin.

Berdasarkan data SUPAS 2025, Angka Kematian Ibu di Indonesia mencapai 144 per 100 ribu kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi sebesar 14,12 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara di Kalimantan Selatan, AKI tercatat 135 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB sebesar 10,5 per 1.000 kelahiran hidup.

Diauddin menjelaskan, penyebab utama kematian ibu di Kalsel didominasi hipertensi, komplikasi non-obstetri, dan perdarahan. Sedangkan kematian bayi paling banyak disebabkan prematuritas, asfiksia, serta infeksi. Ia menambahkan, sebagian besar kematian ibu terjadi pada masa nifas, terutama dalam 48 jam pertama setelah persalinan.

Hasil Audit Maternal Perinatal yang dilakukan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) di enam provinsi juga menunjukkan masih adanya kelemahan dalam tata laksana pelayanan. Sekitar 70 persen kematian ibu dinilai sebenarnya masih dapat dicegah apabila penanganan dilakukan sesuai standar dan rekomendasi hasil audit dijalankan secara konsisten.

"Kami mengharapkan partisipasi aktif seluruh peserta untuk memberikan masukan dan solusi sesuai kondisi di lapangan, sehingga kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Kalimantan Selatan terus meningkat dan angka kematian dapat ditekan," ucap Diauddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....