Kongres Bundo Kanduang Sedunia III Perkuat Pelestarian Adat
- 01 Jul 2026 08:24 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Batusangkar. Perhelatan akbar kali ini mengusung tema strategis, yakni "Membaca Alam Takambang dalam Memelihara Lingkungan Hidup Berbasis Nilai Kearifan Lokal dalam Konsep Berpikir Ekologis".
Agenda internasional ini dirancang sebagai wadah krusial untuk memperkuat peran sentral perempuan Minangkabau dalam merawat adat dan kebudayaan, sekaligus mengeskalasi kepedulian kolektif terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Bupati Tanah Datar Eka Putra melayangkan apresiasi tinggi atas kehadiran sekitar seribu delegasi Bundo Kanduang yang datang dari seluruh kecamatan di Tanah Datar, berbagai daerah di Indonesia, hingga perwakilan mancanegara seperti Malaysia dan Australia.
"Kehadiran sekitar seribu Bundo Kanduang hari ini menjadi bukti otentik betapa kuatnya ikatan emosional dan kultural masyarakat Minangkabau dengan kampung halaman," ungkap Eka Putra.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar turut memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan budaya lokal melalui ceruk pameran, stan UMKM, serta pagelaran seni tradisi. Seminar ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan ruang taktis memperkuat persatuan dan peran Bundo Kanduang sebagai jangkar pembentuk karakter generasi muda.
Sebagai limpapeh rumah nan gadang, Bundo Kanduang memikul mandat sebagai pendidik utama (madrasatul ula) bagi anak kemenakan, sekaligus benteng penjaga kehormatan kaum. Melalui kongres ini, lahirnya generasi Minangkabau yang cerdas, kompetitif, dan melek teknologi tanpa menanggalkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi target utama.
Selaras dengan itu, Ketua TP-PKK sekaligus Penasihat Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, mengonfirmasi bahwa ke depan, setiap pertemuan berkala Bundo Kanduang akan diinjeksikan materi edukasi multisektor, mulai dari aspek hukum adat, pemahaman agama, kesehatan keluarga, hingga manajemen ekonomi domestik.
"Setiap pertemuan harus melahirkan nilai tambah (value-added). Mengingat Bundo Kanduang adalah tiang penyangga utama dalam keluarga, maka peningkatan kapasitas dan kapabilitas diri secara berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan," tegas Ny. Lise.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Datar, Hendra Setyawan selaku Ketua Panitia, memaparkan bahwa Kongres Sedunia ini merupakan agenda dwitahunan hasil kolaborasi antara Bundo Kanduang Kabupaten Tanah Datar dengan Bundo Kanduang Provinsi Sumatra Barat.
"Output yang kami kejar melalui kongres ini adalah rumusan konkrit mengenai penguatan peran perempuan dalam melestarikan ekosistem lingkungan berbasis nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau," urai Hendra.
Di samping misi budaya, perhelatan berskala internasional ini terbukti memberikan injeksi ekonomi langsung bagi masyarakat lokal lewat stimulasi belanja di sektor pariwisata, perhotelan, serta omzet penjualan produk-produk unggulan UMKM Tanah Datar. (tim ikp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....