KUR Kalsel Tembus Rp2,48 Triliun, Pemprov Genjot UMKM Naik Kelas

  • 30 Jun 2026 19:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui pendampingan yang terintegrasi. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program KUR Tahun 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa 30 Juni 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan per 17 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR di Kalimantan Selatan telah mencapai Rp2,48 triliun atau 48,18 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp5,15 triliun. Penyaluran tersebut telah dimanfaatkan oleh 38.501 debitur, sehingga Kalsel berada di peringkat ke-17 nasional.

Sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kalsel, Rusma Khazairin, menegaskan keberhasilan program tidak semata dilihat dari besarnya dana yang tersalurkan.

"Keberhasilan Program KUR tidak hanya diukur dari besarnya nilai penyaluran, tetapi juga dari kualitas penyaluran yang tepat sasaran, produktif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rusma.

Ia mengatakan, sektor perdagangan masih menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp761,03 miliar kepada 14.897 debitur. Sementara itu, skema KUR Mikro mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp1,58 triliun kepada 30.687 debitur.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Pemprov Kalsel menilai masih banyak UMKM yang perlu memperoleh akses pembiayaan. Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi tantangan dalam peningkatan kualitas SDM, manajemen usaha, legalitas produk, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, inovasi produk, serta literasi dan inklusi keuangan.

Karena itu, Pemprov Kalsel mengajak seluruh bank penyalur KUR, perangkat daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, lembaga pembina, dan asosiasi usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi UMKM agar semakin berdaya saing.

"Program KUR harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, bukan sekadar fasilitas pembiayaan. Dengan kolaborasi yang semakin erat, Program KUR diyakini mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi, serta menciptakan lapangan kerja baru di Kalimantan Selatan," kata Rusma.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....