Pemerintah Target Seribu Penerima Manfaat Pendidikan Unggul Papua

  • 23 Jun 2026 00:07 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan 100 mahasiswa dan ratusan pelajar penerima bantuan program pendidikan unggulan Papua PACE (Pelajar Cerdas) dan MACE (Mahasiswa Cerdas).

Program Pace Mace tersebut sebagai upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda Papua melalui pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Pendidikan merupakan fondasi pembangunan karena itu pemerintah terus berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program nyata memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, khususnya pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, dukungan pendidikan melalui Dana Otsus telah dimulai sejak 2024 hingga ditahun 2026 dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk membantu sekitar 110 mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.

Termasuk bantuan kepada 40 mahasiswa koas dan 20 mahasiswa dokter spesialis OAP atau mereka yang lahir, besar, dan memiliki ikatan pengabdian di Tanah Papua.

“Tujuannya agar mereka dapat kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan di Papua,” katanya.

Tidak hanya mahasiswa, pemerintah juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi dosen OAP yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga akademik di daerah.

Kata dia, program PACE akan memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik di bidang olahraga.

“Ada 40 siswa PPLP menerima beasiswa tahun ini dan sekitar 400 siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Negeri Khusus yang menjadi kewenangan pemerintah akan mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa melalui mekanisme seleksi,” jelas dia.

Selain beasiswa, pemerintah juga siapkan program bimbingan belajar bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta berbagai sekolah kedinasan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Regional CEO BNI Wilayah 16 Papua dan Maluku, Himawan Susanto Nugraha, mengapresiasi kepercayaan pemerintah sebagai bank penerbit Kartu PACE dan MACE.

Ia menjelaskan kartu tersebut dirancang sebagai kartu multifungsi yang mengintegrasikan tiga layanan sekaligus, yakni sebagai kartu identitas pelajar atau mahasiswa, kartu debit atau ATM, serta kartu TapCash untuk mendukung berbagai transaksi non-tunai.

“Cukup dengan satu kartu, pelajar dan mahasiswa dapat menggunakannya sebagai identitas, kartu ATM untuk transaksi pendidikan, serta kartu TapCash yang dapat digunakan untuk pembayaran transportasi dan layanan publik lainnya,” ucap Himawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....