Hadapi Tantangan Tapal Batas, Pemkab Nunukan Dorong Transformasi Ekonomi

  • 20 Mei 2026 23:38 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Tahun 2026 di Kantor Bupati Nunukan menjadi momentum penting untuk memetakan tantangan di lapangan. Wakil Bupati Nunukan, Hermanus mengungkapkan bahwa pembangunan di kawasan perbatasan selalu menjadi isu strategis yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Sejumlah tantangan krusial yang hingga kini masih dihadapi oleh Kabupaten Nunukan sebagai wilayah terluar. Persoalan-persoalan tersebut meliputi kerawanan aktivitas penyelundupan, peredaran narkoba, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga masalah klasik seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Kawasan perbatasan merupakan wajah kedaulatan negara sekaligus simbol kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, beban berat dalam menyelesaikan permasalahan di perbatasan tidak boleh hanya ditumpukan kepada pemerintah daerah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama secara nasional,” Kata Hermanus. Selasa (12/05/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, memaparkan potensi besar yang dimiliki Nunukan. Wilayah ini dinilai sangat siap untuk dikembangkan menjadi gerbang perdagangan internasional, pusat logistik di utara Kalimantan serta kawasan industri potensial berbasis sumber daya lokal.

“Implementasi pembangunan harus diprioritaskan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Sektor utama yang mendesak untuk diperkuat antara lain konektivitas jalan, fasilitas pelabuhan, ketersediaan energi, jaringan telekomunikasi, layanan pendidikan, kesehatan serta penguatan ekonomi lokal,” terang Robby.

Untuk mendukung arah transformasi tersebut, Pemkab Nunukan juga menggandeng akademisi dengan memanfaatkan kajian strategis dari tim peneliti UGM yang dipimpin Prof. Mudrajad Kuncoro. Melalui kolaborasi ilmiah dan koordinasi ini, diharapkan lahir sinkronisasi program yang konkret demi mewujudkan kawasan perbatasan yang maju, aman, sejahtera dan berdaya saing. (PROKOMPIM) MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....