Peringatan Hari Kartini di Banjarbaru Soroti Peran Perempuan dan Lingkungan

  • 28 Apr 2026 15:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarbaru menggelar seminar bertema “Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Sampah di Rumah Tangga” serta lomba busana kebaya, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru ini diikuti berbagai organisasi wanita se-Kota Banjarbaru. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Kota Banjarbaru Atika Anggraini Sirajoni, Ketua GOW Kota Banjarbaru Ermina Fujianti Wartono, Ketua Gatriwara Kota Banjarbaru Waode Zaenab, serta para anggota organisasi wanita lainnya.

Kepala Dinas P3APMP2KB Hj. Erma Epiyana Hartati saat membacakan sambutan Wali Kota Banjarbaru – Foto : typ

Sambutan Wali Kota Banjarbaru dibacakan oleh Kepala Dinas P3APMP2KB, Hj. Erma Epiyana Hartati. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan.

“Makna perjuangan Raden Ajeng Kartini akan senantiasa menjadi warisan abadi yang menginspirasi,” ujarnya. “Sekaligus menjadi pembelajaran bagi perempuan untuk terus meningkatkan peran dalam pembangunan.”

Ia juga berharap peringatan ini dapat memotivasi perempuan untuk terus berkembang dan berkontribusi positif. Peran perempuan dinilai penting dalam keluarga maupun masyarakat luas.

Ketua DWP Kota Banjarbaru Atika Anggraini Sirajoni pada saat menyampaikan sambutan (Foto: typ)

Sementara itu, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Atika Anggraini Sirajoni, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah. Momentum ini menjadi pengingat bagi perempuan untuk terus berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perempuan masa kini dapat menjadi “Kartini modern” melalui langkah sederhana yang berdampak besar. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga.

“Membiasakan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan langkah nyata dalam penanganan sampah dari sumbernya,” ucapnya.

Penampilan salah satu peserta lomba busana kebaya – Foto : typ

Ia menambahkan, peran perempuan, khususnya ibu, sangat strategis dalam menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan. Dari lingkungan keluarga, nilai-nilai tersebut dapat berkembang menjadi budaya yang kuat.

“Saya yakin dari tangan seorang ibu, kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang kuat, serta memberikan dampak besar bagi lingkungan dan generasi yang akan datang,” ujarnya

Seminar bertema “Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Sampah di Rumah Tangga” yang dipresentasikan oleh Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani

Selain seminar, kegiatan juga diramaikan dengan lomba busana kebaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas perempuan Indonesia.

Lomba tersebut juga menjadi ajang kreativitas dan ekspresi diri bagi peserta. Selain itu, kegiatan ini mempererat silaturahmi antar organisasi wanita di Kota Banjarbaru.

Melalui kegiatan ini, semangat Kartini diharapkan tidak hanya menjadi simbol emansipasi. Perempuan juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (typ/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....