Kematian Yesus di Salib, Bukti Cita Kasih Allah kepada Manusia

  • 16 Apr 2026 22:06 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Temunabuan- Dalam rangkaian perayaan paskah bagi umat kristiani, Hari Raya Jumat Agung merupakan satu kesatuan dalam tri hari paskah. Secara khusus umat katolik di Paroki Santo (St.) Albertus Agung di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, juga merayakan Hari Raya Jumat Agung pada tanggal 3 April 2026.

Pastor Paroki St. Alberus Agung di Teminabuan, Pastor Zepto Triffon Poli'i, Pr kepada RRI menyampaikan, hari raya Jumat Agung merupakan perayakan akan peristiwa historis sengsara dan wafat Yesus Kristus. Dalam liturgi gereja katolik, hari raya Jumat Agung dilaksanakan penghormatan Salib Yesus.

"Salib merupakan tanda sejati akan puncak dari tubuh yang dipecah-pecahkan, pada perjamuan malam terakhir Yesus bersama para murid. Maka itu gereja katolik melaksanakan hari raya Jumat Agung secara istimewa, dalam bentuk pengormatan salib," ungkapnya.

Pastor Paroki Santo Albertus Agung di Teminabuan, Pastor Zepto Triffon Poli'i, Pr, mengangkat salib Yesus Kristus dan dilakukan penghormatan saat perayaan Hari Raya Jumat Agung. (Edis RRI)

Lebih lanjut Pastor Zepto menekankan bahwa, peristiwa penyaliban Yesus merupakan bukti kasih Allah bagi manusia. Di mana lewat pengorbanan Yesus di salib, umat manusia diselamatkan dari segala kelemahan dosa.

"Kematian Yesus di salib, merupakan bukti cinta kasih Allah yang begitu besar kepada manusian. Tuhan mengampuni, Tuhan membasuh kita dengan darah-Nya sendiri. Inilah yang namanya mencintai sampai akhir," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....