Bupati Agam Perjuangkan Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana pada Mentan

  • 15 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Bupati Agam, Benni Warlis Dt Tan Batuah dampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat, Selasa, 14 Maret 2026.

Kedatangan Menteri Pertanian disambut Bupati Benni Warlis bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Bandara Internasional Minangkabau.

Momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai usulan strategis, khususnya terkait pemulihan sektor pertanian pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Benni Warlis menyerahkan proposal kepada Kementerian Pertanian RI yang berisi kebutuhan perbaikan lahan pertanian terdampak, termasuk sawah, jaringan irigasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Benni Warlis menyebutkan, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran sekitar Rp28 miliar untuk Kabupaten Agam, guna mendukung percepatan pemulihan tersebut.

“Perbaikan lahan pertanian di Agam saat ini sudah mulai dikerjakan dan tersebar di beberapa kecamatan terdampak bencana. Mulai dari tahap pengolahan lahan hingga penanaman sudah berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya masih terus mengupayakan tambahan dukungan dari pemerintah pusat.

Menurut Bupati, setiap peluang yang ada akan dimanfaatkan untuk mengajukan kebutuhan daerah demi mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan.


“Kita berharap dengan kehadiran langsung Menteri Pertanian dan penyampaian proposal ini, kondisi pertanian di Agam bisa segera pulih dan kembali produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di daerah yang terdampak bencana.

Andi Amran Sulaiman menyatakan, Kementerian Pertanian bertanggung jawab penuh dalam proses pemulihan, mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit bagi petani.

“Menjaga ketersediaan pangan di masa sulit, terlebih pascabencana, menjadi prioritas utama. Seluruh kebutuhan untuk pemulihan telah kami anggarkan dan akan terus didorong agar segera terealisasi,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat, sehingga para petani dapat kembali berproduksi secara optimal dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....