Paman Yani Dorong Perhatian Serius Wilayah Rawan Karhutla Hadapi Musim Kemarau

  • 30 Jun 2026 08:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin Komisi II DPRD Kalimantan Selatan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan melakukan pemetaan wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan menjelang puncak musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana karhutla.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mendorong seluruh pihak terkait agar memperkuat koordinasi dan kesiapan di lapangan. Menurutnya, antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Wilayah-wilayah yang telah dipetakan perlu mendapat perhatian khusus agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Yani Helmi kepada RRI, Selasa 23 Juni 2026. Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus meningkatkan pengawasan selama musim kemarau.

Hasil pemetaan menunjukkan sejumlah kawasan di wilayah RTH Batulicin yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Desa Mentewe, Desa Gunung Raya, dan Emil Baru. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran saat cuaca kering.

Sementara itu, di wilayah RPH Kusan terdapat beberapa desa yang juga masuk dalam pemetaan, yaitu Desa Temunih, Mangkal Api, dan Teluk Kepayang. Ketiga wilayah tersebut menjadi fokus pengawasan selama musim kemarau berlangsung.

Di wilayah RPH Satui, desa yang diprioritaskan dalam upaya pencegahan meliputi Desa Sejahtera Mulia, Jombang, dan Sumber Makmur. Upaya mitigasi akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Komisi II DPRD Kalsel menilai pemetaan daerah rawan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan yang lebih efektif. Selain itu, kesiapan personel dan sarana pendukung juga perlu diperkuat untuk mengantisipasi kebakaran.

Melalui sinergi antara DPRD, KPH Kusan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan selama puncak musim kemarau. Perhatian khusus terhadap wilayah rawan diharapkan mampu melindungi lingkungan serta mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....