Legislator Soroti Krisis Air Bersih di Utara Makassar

  • 15 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Makassar

RRI. CO.ID, Makassar - Dua anggota DPRD Kota Makassar menyoroti persoalan kekeringan yang kerap melanda wilayah utara Kota Makassar, Rabu,15 April 2026. Mereka meminta Pemerintah Kota segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih yang dinilai terjadi hampir setiap tahun.

Kedua legislator tersebut adalah Rahmat Taqwa Quraisy dari Fraksi PPP dan Basdir dari Fraksi PKB. Keduanya berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, Tallo, dan Kepulauan Sangkarrang.

Rahmat Taqwa Quraisy yang akrab disapa RTQ mengatakan, persoalan air bersih di wilayah utara sudah menjadi kendala tahunan yang hingga kini belum terselesaikan secara maksimal. “Ini menjadi catatan serius untuk pemerintah kota, dalam hal ini Pak Wali bersama PDAM. Kami di utara rata-rata memakai sumur bor, tapi tetap ditagih uang beban setiap bulan,” ujar RTQ.

Ia mencontohkan, meski selama empat bulan menggunakan sumur bor karena air PDAM tidak mengalir, tagihan beban tetap berjalan seperti biasa. “Kalau air tidak ada, misalnya dari seribu rumah hanya sepuluh yang mengalir, tentu ini harus menjadi perhatian. Semua sumber kan satu di PDAM,” tegasnya.

RTQ juga menyinggung kondisi musim kemarau yang disebutnya sebagai musim “Godzilla” yang diperkirakan berdampak panjang, sehingga sumur warga harus digali hingga kedalaman 30 hingga 40 meter untuk mendapatkan air bersih karena sebagian besar air menjadi payau. Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan infrastruktur perpipaan yang selama ini kerap diganti namun belum memberikan dampak signifikan. “Setiap tahun ada penggalian dan pergantian pipa. Sebenarnya diganti untuk apa kalau airnya tetap tidak mengalir? Ini yang harus dicari akar masalahnya,” katanya.

Ia mendorong pemerintah untuk berinovasi apabila sumber air baku dinilai kurang, sehingga persoalan krisis air tidak terus berulang setiap tahun. Sementara itu, anggota Fraksi PKB Basdir juga menyuarakan aspirasi serupa, khususnya terkait kebutuhan tambahan program sumur bor bagi warga di wilayah utara. “Mohon diperhatikan, kalau bisa program sumur bor ditambah, karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama saat musim kemarau,” ujar Basdir.

Keduanya berharap Pemerintah Kota Makassar bersama instansi terkait segera merumuskan solusi jangka panjang agar warga di wilayah utara tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sumur bor saat distribusi air perpipaan terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....