DPRD Panggil Direksi Transjakarta usai 23 Penumpang Terluka
- 24 Feb 2026 17:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi B DPRD DKI Jakarta memastikan akan segera memanggil jajaran direksi PT Transportasi Jakarta menyusul kecelakaan yang melibatkan dua armada bus di jalan layang Koridor 13, Senin pagi, 23 Februari 2026. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 23 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menegaskan pemanggilan ini merupakan bentuk tanggung jawab pengawasan legislatif terhadap layanan transportasi publik yang setiap hari mengangkut ribuan warga ibu kota.
“Ada 23 korban luka. Pasti kami panggil direksi untuk memperdalam,” ujar Nova, Selasa, 24 Februari 2026.
Bagi para korban, kecelakaan ini bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah pekerja yang berangkat mencari nafkah, mahasiswa yang mengejar perkuliahan pagi, hingga warga yang menggantungkan mobilitasnya pada transportasi umum. Insiden di jalur layang yang seharusnya steril dari hambatan ini memunculkan pertanyaan serius tentang aspek keselamatan dan pengawasan operasional.
Komisi B menegaskan tidak akan serta-merta menerima dugaan awal bahwa kecelakaan disebabkan sopir mengantuk. DPRD meminta agar rekaman CCTV dibuka secara transparan dan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal.
Fokus evaluasi juga akan diarahkan pada command center dan early warning system yang sebelumnya telah dipaparkan oleh pihak Transjakarta kepada dewan. Sistem tersebut dirancang untuk memantau pergerakan armada secara real time dan mendeteksi potensi risiko di lapangan.
“Kita mau membedah command center yang dipakai di Transjakarta,” tegas Nova.
Langkah pemanggilan ini diharapkan tidak berhenti pada klarifikasi administratif, tetapi berujung pada perbaikan konkret—baik dalam aspek manajemen pengemudi, standar operasional keselamatan, maupun optimalisasi teknologi pengawasan. Sebab dalam transportasi publik, keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan komitmen terhadap nyawa dan kepercayaan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....