Akses Gizi yang Setara Disebut Penentu Masa Depan Generasi Indonesia

  • 15 Jul 2026 08:58 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pemerataan akses terhadap nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Upaya tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menentukan kualitas kesehatan, kemampuan belajar, hingga daya saing generasi muda di masa depan.

Pelaksana Tugas Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Gunalan AP, M.Si., mengatakan setiap anak Indonesia harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh asupan gizi yang layak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Persoalan nutrisi bukan hanya persoalan isi perut, tetapi nutrisi menentukan apakah seorang anak dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan secara optimal," ujar Gunalan dalam Forum Diskusi Publik bertajuk Mewujudkan Generasi Emas melalui Nutrisi yang Merata.

Menurutnya, kondisi awal setiap anak saat datang ke sekolah tidak selalu sama. Ada yang telah sarapan dengan menu bergizi, ada yang hanya makan seadanya, bahkan ada yang berangkat tanpa sarapan. Perbedaan tersebut memengaruhi konsentrasi belajar, energi, hingga peluang meraih prestasi di sekolah.

Gunalan menjelaskan, melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut dengan memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang sesuai kebutuhan. Namun, ia menegaskan pemenuhan gizi tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata.

"Program MBG hanya memenuhi sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan gizi harian anak. Sisanya tetap menjadi tanggung jawab keluarga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang," katanya.

Ia juga menyebut MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak, tetapi turut menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga koperasi sebagai bagian dari rantai pasok pangan.

Sementara itu, Akademisi Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Unika Atma Jaya, Yanto, Ph.D., mengatakan nutrisi yang merata berarti setiap individu memiliki akses yang adil terhadap pangan bergizi, aman, sehat, beragam, dan sesuai kebutuhan, tanpa dipengaruhi kondisi ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga dimulai dari kecukupan nutrisi sejak usia dini. Asupan gizi yang baik berperan dalam mendukung perkembangan fisik, fungsi kognitif, hingga produktivitas saat memasuki usia kerja.

"Generasi emas tidak hanya dibentuk oleh pendidikan, tetapi juga oleh pemenuhan nutrisi yang merata sejak masa kehamilan hingga dewasa," kata Yanto.

Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat, agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....