Kanwil Kemenag Gorontalo Perkuat Pembinaan Umat Kristen
- 15 Feb 2026 20:17 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Mery S. Kontu, memaparkan berbagai program strategis dan capaian pembinaan umat Kristen dalam sesi penyampaian materi pada kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar,. Paparan tersebut menitikberatkan pada penguatan pelayanan keagamaan, pemberdayaan rumah ibadah, serta sinergi gereja dalam mendukung program Kementerian Agama yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Mery menegaskan bahwa Bimas Kristen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk lembaga gereja, pimpinan sinode, penyuluh agama Kristen, serta guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Kolaborasi tersebut dinilai penting guna memastikan pelayanan keagamaan berjalan efektif dan mampu menjangkau kebutuhan umat hingga tingkat akar rumput. “Kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan gereja mampu menjangkau seluruh umat, sekaligus memberi dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program kerja Bimas Kristen Kanwil Kemenag Gorontalo diarahkan untuk mendukung implementasi Asta Program Prioritas Kementerian Agama, di antaranya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, pengembangan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan unggul dan terintegrasi, pemberdayaan rumah ibadah, serta digitalisasi tata kelola pelayanan keagamaan. “Kami berupaya agar seluruh program tidak hanya administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” tambahnya.
Mery juga memaparkan kondisi rumah ibadah Kristen di Provinsi Gorontalo yang saat ini berjumlah 195 gereja dan tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Penguatan pelayanan gereja turut diwujudkan melalui pelaksanaan Tritugas Gereja, yakni Koinonia (persekutuan), Marturia (kesaksian), dan Diakonia (pelayanan). Implementasinya mencakup ibadah rutin, pelayanan pastoral, kunjungan kepada orang sakit, bantuan sosial, pelayanan keluarga, respons terhadap bencana alam, hingga pelayanan bagi kelompok masyarakat rentan. “Gereja hadir bukan hanya saat ibadah, tetapi juga dalam setiap situasi kehidupan umat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan peran gereja melalui program pembinaan dan pemberdayaan umat akan terus diperluas melalui pelatihan, seminar, serta penguatan pelayanan berbasis komunitas agar semakin relevan dengan tantangan zaman. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan dan pembinaan umat juga menjadi perhatian utama. “Kita harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan dan pembinaan umat,” tegasnya.
Sesi pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta Rakerwil yang terdiri dari pejabat eselon III Kanwil, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, serta perwakilan ASN di lingkungan Kemenag Gorontalo. Materi yang disampaikan dinilai memberikan gambaran konkret mengenai langkah-langkah strategis pembinaan umat Kristen di Gorontalo sekaligus menjadi bagian penting dalam akselerasi program Kementerian Agama Berdampak yang diusung secara nasional.
“Kami berharap seluruh program yang dirancang dapat diimplementasikan secara optimal hingga tingkat kabupaten dan kota,” tutup Mery.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....