Menhaj Puji Sukses Haji 2026 dan Siapkan Perbaikan Fasilitas
- 07 Jun 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menhaj mengevaluasi operasional haji 2026 dalam Exit Meeting Amirul Hajj di Jeddah
- Penyerapan kuota haji Indonesia tahun ini sangat tinggi mencapai 99,6 persen
- Tim Amirul Hajj merekomendasikan perbaikan fasilitas tenda di Mina dan manajemen transportasi bus
RRI.CO.ID, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengevaluasi operasional haji tahun 2026 di Jeddah. Evaluasi ini berlangsung dalam Exit Meeting Amirul Hajj pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Menhaj mengapresiasi sinergi seluruh petugas dalam menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, tantangan mengelola jemaah yang masif berhasil dilewati dengan sangat baik. "Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Gus Irfan menambahkan bahwa kesuksesan ini bukan merupakan kerja dari satu instansi saja. Kementerian Haji dan Umrah membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kerja keras tersebut sangat krusial mulai masa persiapan hingga fase pemulangan. Ketua PPIH Arab Saudi Ian Heriyawan turut memaparkan data operasional haji terbaru.
Ia menyebutkan penyerapan kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 99,6 persen. Angka tersebut menyisakan sekitar 600 kuota jemaah yang tidak terserap.
Fase pemulangan jemaah ke Tanah Air saat ini terus berjalan lancar. "Sampai saat ini sudah 78 kloter atau sekitar 30.500 jemaah yang kembali," katanya. Ian juga meminta penguatan mitigasi dini terhadap kebijakan penunjukan syarikah di Arab Saudi.
Sekretaris Amirul Hajj Ilfi Nurdiana membeberkan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan masa depan. Fokus utama perbaikan adalah peningkatan fasilitas tenda jemaah perempuan di Mina.
Langkah ini penting demi menjaga kenyamanan dan ruang privasi selama beribadah. Rekomendasi lain menyoroti ketepatan waktu bus penyedia transportasi pra dan pasca-Armuzna.
Manajemen meminta ketegasan regulasi agar tidak ada keterlambatan armada di lapangan. Syarikah yang terlambat harus dievaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
Pihak Amirul Hajj juga menyarankan pemilihan hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram. Kebijakan ini dinilai efektif memangkas kebutuhan transportasi meskipun berbiaya lebih tinggi. Evaluasi menyeluruh ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan haji mendatang. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....