Ditjen Bina PHU Fokus Benahi Titik Kritis Layanan Haji dan Kepuasan Jemaah
- 07 Jul 2026 07:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen Bina PHU) Kementerian Haji dan Umrah memfokuskan pembenahan titik-titik kritis layanan haji sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
- Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan evaluasi dilakukan secara komprehensif agar setiap perbaikan menjawab kebutuhan jemaah.
- Kemenhaj menegaskan evaluasi tidak sekadar mengukur capaian penyelenggaraan haji setiap tahun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen Bina PHU) Kementerian Haji dan Umrah memfokuskan pembenahan titik-titik kritis layanan haji sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kepuasan jemaah pada musim haji mendatang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Jakarta. Rakernas mengusung tema "Berbenah Tanpa Henti: Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional, dan Adaptif."
Forum ini mengevaluasi seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji secara menyeluruh. Mulai dari pembinaan jemaah, pelatihan petugas, proses pemberangkatan hingga pelayanan selama berada di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan evaluasi dilakukan secara komprehensif agar setiap perbaikan menjawab kebutuhan jemaah. Menurutnya, pengalaman lapangan dan data menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
"Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif. Pengalaman di lapangan dan data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah," ujar Puji dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Juli 2026.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih berbasis data dan pengalaman lapangan. Langkah tersebut juga mendukung transformasi penyelenggaraan haji yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.
Sebagai tindak lanjut, Ditjen Bina PHU menyiapkan sejumlah strategi mitigasi pada berbagai aspek layanan. Di antaranya penguatan manasik, peningkatan kompetensi petugas, penyempurnaan layanan Armuzna, serta penguatan layanan bagi jemaah berkebutuhan khusus.
Kemenhaj menegaskan evaluasi tidak sekadar mengukur capaian penyelenggaraan haji setiap tahun. Seluruh rekomendasi Rakernas akan ditindaklanjuti menjadi rencana aksi untuk memperkuat tata kelola haji yang modern dan berkelanjutan.
"Kesempurnaan pelayanan jemaah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari mitigasi sistemik yang terencana dan tepat. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah," ucap Puji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....