Senyum Syukur Jemaah Ditengah Kembalinya Operasional Bus Shalawat

  • 01 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Riuh rendah suara mesin bus dan derap langkah jemaah kembali mewarnai Terminal Syib Amir, Makkah. Setelah sempat sunyi selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 25–30 Mei lalu, urat nadi transportasi jemaah Indonesia ini akhirnya kembali berdenyut penuh.

Di tengah momentum tersebut, terselip sebuah cerita hangat tentang kepuasan dan rasa syukur jemaah atas pelayanan yang mereka terima selama menjalankan ibadah haji. Kurnifati Zumaro, jemaah haji asal Kediri yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya Kelompok Terbang (Kloter) 110 atau SUB 110, yang tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya.

Sambil menyunggingkan senyum lebar, ia berkali-kali memuji kesigapan para petugas haji yang berjaga di terminal. Baginya, kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar pemandu arah, melainkan penolong utama bagi ibunya yang harus beraktivitas menggunakan kursi roda.

"Saya pribadi sangat senang dengan petugas di sini. Mereka baik, ramah, dan tanpa ragu sering membantu kami mendorong kursi roda ibu sampai masuk ke dalam bus," ujar Kurnifati kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu 31 Mei 2026.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan para petugas mencerminkan semangat melayani yang tulus. Di tengah padatnya aktivitas pasca puncak haji, para petugas tetap hadir memberikan bantuan kepada jemaah yang membutuhkan, terutama kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Kurnifati mengakui, sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci, ia sempat dibayangi cerita-cerita kurang menyenangkan dari kerabatnya yang telah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, pengalaman yang dirasakannya selama musim haji 2026 justru berbanding terbalik dengan berbagai cerita tersebut.

"Kalau menurut teman saya yang sudah haji tahun lalu, suasananya berantakan. Tapi tahun ini saya sama sekali tidak merasakan itu. Di terminal semuanya rapi dan tertib," tuturnya.

Ia menilai berbagai kebijakan yang diterapkan penyelenggara haji tahun ini memberikan dampak nyata bagi kenyamanan jemaah. Penataan alur kedatangan dan keberangkatan, pendampingan petugas di titik-titik layanan, serta perhatian khusus kepada lansia, disabilitas, dan jemaah perempuan membuat proses mobilitas berlangsung lebih tertib.

Meski demikian, Kurnifati memahami bahwa masih ada beberapa kendala teknis yang muncul di lapangan, terutama terkait pergerakan armada bus saat terjadi rekayasa lalu lintas di Kota Makkah.

"Cuma memang kadang bus sedikit terlambat kalau jalanan Kota Makkah sedang ditutup, dan itu sangat bisa dimaklumi," katanya.

Kembalinya operasional penuh Bus Shalawat di tiga terminal utama, Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka'bah, memang menjadi angin segar yang disambut sukacita oleh seluruh jemaah Indonesia. Layanan transportasi gratis yang beroperasi selama 24 jam ini kembali melayani perjalanan jemaah dari hotel pemondokan menuju Masjidilharam dan sebaliknya setelah sebelumnya dihentikan sementara selama fase Armuzna.

Bagi para jemaah, keberadaan Bus Shalawat bukan sekadar sarana transportasi, melainkan bagian penting dari kenyamanan beribadah di Tanah Suci. Dengan layanan ini, jemaah dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan terukur. Melihat capaian pelayanan yang dirasakannya, Kurnifati berharap standar pelayanan yang humanis ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada musim-musim haji mendatang.

"Saya yakin ke depan bisa lebih maksimal lagi. Sekarang saja sudah luar biasa; petugas di terminal sangat membantu, makanan dan konsumsi juga melimpah. Saya betul-betul senang," pungkasnya.

Apresiasi yang disampaikan Kurnifati menjadi salah satu gambaran kepuasan jemaah terhadap layanan haji tahun 2026. Di tengah kompleksitas penyelenggaraan ibadah yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara, pelayanan yang ramah, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman ibadah yang nyaman.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal fase pemulangan dan pergerakan jemaah pasca puncak haji dengan mengutamakan keselamatan, keramahan layanan, serta pemenuhan hak-hak seluruh jemaah secara optimal.

Dengan kembali beroperasinya layanan transportasi dan berbagai fasilitas pendukung lainnya, penyelenggara berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar hingga masa kepulangan ke Tanah Air. Di balik hiruk-pikuk Terminal Syib Amir yang kembali hidup, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: pelayanan yang tulus mampu menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan bagi para tamu Allah dalam menunaikan ibadah sucinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....