Fase Mina Berakhir, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Makkah

  • 31 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekkah – Fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 Hijriah. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tenda-tenda Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar pada Sabtu 30 Mei 2026.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan seluruh rangkaian puncak ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara jemaah, petugas, dan seluruh unsur penyelenggara haji.

“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujar Menhaj di Mekkah.

Ia menjelaskan sebelumnya jemaah yang memilih Nafar Awal telah lebih dahulu kembali ke Makkah pada 12 Zulhijah, sedangkan jemaah Nafar Tsani menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina hingga 13 Zulhijah sebelum kembali ke hotel masing-masing. Meski fase Mina telah berakhir, Menhaj menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah haji Indonesia masih terus berlanjut. Sejumlah jemaah diketahui telah melaksanakan tawaf ifadah pada rentang 10 hingga 13 Zulhijah, sementara sebagian lainnya masih akan menyempurnakan rangkaian ibadah tersebut sebelum memasuki fase pemulangan ke Tanah Air.

Untuk memastikan kelancaran proses tersebut, Menhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar terus melakukan pendampingan kepada jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Pendampingan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kepadatan di area Masjidil Haram serta memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani fase Armuzna.

“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas PPIH Arab Saudi yang telah bekerja tanpa lelah dalam memberikan pelayanan kepada jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Menjelang fase pemulangan, Menhaj mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik. Hal tersebut penting mengingat proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimulai pada 1 Juni dan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026.

“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” katanya.

Lebih lanjut, Menhaj menegaskan bahwa berakhirnya fase Mina bukan berarti berakhir pula tugas penyelenggaraan haji. Kementerian Haji dan Umrah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan layanan haji sebagai bahan perbaikan pada penyelenggaraan musim haji mendatang. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas operasional, serta kenyamanan jemaah pada masa yang akan datang.

Menhaj juga mengungkapkan bahwa pada 29 Mei 2026 pihaknya telah menerima informasi awal dan garis waktu penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam menyiapkan berbagai kebutuhan operasional haji tahun depan.

Kementerian Haji dan Umrah bersama DPR RI, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sinergi guna mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027 secara lebih matang dan terencana.

“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” tutur Menhaj.

Dengan berakhirnya fase Mina dan dimulainya tahapan pemulangan jemaah, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan memperoleh predikat haji yang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....