Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam, 458 Armada Siap Layani Jemaah Haji Indonesi

  • 01 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kabar gembira datang bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Setelah sempat dihentikan selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), layanan Bus Shalawat kembali beroperasi penuh selama 24 jam mulai Minggu 31 Mei 2026.

Layanan transportasi gratis ini siap mengantarkan jemaah dari hotel pemondokan menuju Masjidil haram maupun sebaliknya untuk melaksanakan berbagai rangkaian ibadah pasca puncak haji.

Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan bahwa operasional penuh Bus Shalawat dimulai pada Minggu pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Dengan kembali beroperasinya layanan tersebut, jemaah dapat melanjutkan aktivitas ibadah di Masjidil haram dengan lebih mudah dan nyaman.

"Jemaah yang akan pulang ke Tanah Air maupun yang akan bergeser ke Madinah mulai hari ini sudah bisa menggunakan bus shalawat selama 24 jam, baik untuk melaksanakan Tawaf Ifadah maupun ibadah lainnya di Masjidil Haram," ujar Syarif saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu 31 Mei 2026.

Menurut Syarif, jadwal operasional Bus Shalawat yang semula direncanakan mulai pukul 01.00 WAS mengalami penyesuaian menjadi pukul 13.00 WAS berdasarkan kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan masih membutuhkan waktu untuk beristirahat.

"Banyak jemaah haji dari seluruh dunia baru menyelesaikan Nafar Tsani pada siang hari, sehingga penundaan selama 12 jam tersebut sangat relevan agar waktu yang ada dapat digunakan jemaah untuk beristirahat di hotel terlebih dahulu," jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga kondisi fisik jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga selama berada di Armuzna.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas jemaah, PPIH Arab Saudi mengerahkan sebanyak 458 unit bus yang akan beroperasi melayani 23 rute di seluruh kawasan pemondokan jemaah Indonesia di Makkah. Jumlah armada tersebut sama seperti yang digunakan sebelum masa puncak haji.

Bus Shalawat menjadi salah satu layanan transportasi utama yang sangat membantu jemaah dalam mengakses Masjidil Haram. Seluruh armada akan terhubung dengan tiga terminal utama yang berada di sekitar kawasan masjid, yakni Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan Terminal Jabal Ka'bah.

Melalui sistem tersebut, jemaah dapat melakukan perjalanan dari hotel menuju Masjidil Haram maupun kembali ke hotel dengan lebih mudah, aman, dan teratur. Untuk menggunakan layanan ini, jemaah cukup menunggu di halte yang berada paling dekat dengan hotel tempat mereka menginap. Dari halte tersebut, bus akan mengantar jemaah menuju terminal yang telah ditentukan sesuai rute masing-masing.

Seiring dengan kembali beroperasinya Bus Shalawat, PPIH Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah agar selalu memperhatikan lokasi halte keberangkatan serta terminal tujuan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan rute yang dapat menghambat perjalanan jemaah.

Selain itu, jemaah juga diminta untuk selalu membawa kartu rute resmi yang telah dibagikan oleh petugas. Kartu tersebut memuat informasi mengenai nomor bus, warna rute, serta terminal tujuan yang dapat dijadikan panduan selama menggunakan layanan transportasi.

Dengan mencocokkan nomor bus dan nama terminal yang tertera pada kartu rute, jemaah akan lebih mudah menentukan kendaraan yang tepat baik saat berangkat menuju Masjidil Haram maupun ketika kembali ke hotel pemondokan.

Dukung Kelancaran Ibadah Pasca puncak Haji

Kembalinya operasional Bus Shalawat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas jemaah pasca puncak haji. Selain digunakan untuk melaksanakan Tawaf Ifadah, layanan ini juga memfasilitasi jemaah yang ingin memperbanyak ibadah di Masjidil haram menjelang kepulangan ke Tanah Air maupun keberangkatan ke Madinah.

Dengan dukungan 458 armada yang beroperasi selama 24 jam penuh, PPIH Arab Saudi berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman serta memperoleh kemudahan akses transportasi selama berada di Makkah.

"Jemaah yang akan pulang ke Tanah Air maupun yang akan bergeser ke Madinah mulai hari ini sudah bisa menggunakan bus shalawat selama 24 jam, baik untuk melaksanakan Tawaf Ifadah maupun ibadah lainnya di Masjidil Haram," tegas Syarif.

Kehadiran kembali Bus Shalawat tidak hanya menjadi solusi mobilitas bagi jemaah, tetapi juga wujud komitmen PPIH Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan aman, tertib, dan nyaman hingga akhir masa operasional haji tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....