Kisah Mengharukan Petugas Haji Dampingi 287 Jemaah Padang
- 17 Mei 2026 20:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Makkah - "Khidmatul Haji Syarful Lana" — melayani jemaah haji adalah sebuah kemuliaan. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kelompok Terbang (Kloter) 14 Padang. Demi memberikan pelayanan terbaik bagi para Dhuyufurrahman (tamu Allah), petugas kloter berhasil mengawal seluruh rangkaian umrah wajib bagi 287 jemaah yang dibagi ke dalam tiga fase strategis.
Berdasarkan laporan dari Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter 14 Padang, Hj. Tri Andriani Djusair, MH pembagian fase ini dilakukan demi menjaga keselamatan, kesehatan, serta kekhusyukan jemaah berdasarkan kondisi fisik mereka.
Tiga Fase Menuju Baitullah
Fase Pertama (10 Mei 2026): Umrah wajib diawali oleh jemaah yang berada dalam kondisi fisik kuat dan sehat. Sebanyak 265 jemaah berhasil melaksanakan ibadah secara mandiri dengan lancar.
Fase Kedua (11–12 Mei 2026): Fase ini didedikasikan khusus bagi 14 jemaah lansia dan jemaah yang membutuhkan pendorongan kursi roda. Mereka didampingi dan dikawal langsung oleh Pembimbing Ibadah, Hj. Tri Andriani Djusair, S.Ag., M.H.
Fase Ketiga (15 Mei 2026): Menjadi fase penutup, diperuntukkan bagi jemaah usia subur (wanita yang sempat tertunda karena kodrat masa haid) dan seluruhnya dinyatakan selesai melaksanakan umrah wajib pada pertengahan Mei.
Isak Tangis Haru di Pintu Marwah: "Salasai Juo Umrah Amak Nak..."
Suasana penuh emosional dan haru biru menyelimuti fase kedua saat petugas mendampingi jemaah lansia. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah kali pertama menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan mulia menunaikan rukun Islam kelima.
Di tengah lautan manusia di Masjidil Haram, rangkaian Tawaf dan Sai dilewati dengan semangat kekompakan yang luar biasa. Para jemaah lansia saling berpegangan erat, enggan terpisah dari rombongan. Meski dengan langkah yang amat perlahan dan fisik yang terbatas, tekad mereka tidak surut. Seluruh jemaah lansia, khususnya kaum perempuan, berhasil menyelesaikan umrah wajib dengan sangat baik.
Puncaknya, begitu melintasi pintu keluar Bukit Marwah tanda selesainya prosesi Tahallul, rona bahagia terpancar dari wajah-wajah yang berseri. Isak tangis haru pecah ketika seorang jemaah lansia spontan memeluk erat petugas kloter.
"Salasai juo umrah Amak, Nak..." (Selesai juga umrah Ibu, Nak...), ucapnya lirih di sela tangis syukur. Sebuah kalimat pendek dalam bahasa Minang yang seketika meruntuhkan rasa lelah para petugas yang mendampingi.
Bagi petugas Kloter 14 Padang, pelukan hangat dan air mata bahagia dari jemaah lansia adalah upah tak ternilai yang menegaskan kembali arti sejati dari sebuah pengabdian. Melalui komitmen pelayanan yang tulus ini, teriring doa tulus semoga seluruh jemaah haji Kloter 14 Padang senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan hingga meraih predikat haji yang mabrur. (Syafrial)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....