Dirjen Haji Pastikan Jemaah Surabaya Berangkat Usai Gangguan Pesawat

  • 28 Apr 2026 16:08 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang – Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah, Ian Heriawan, turun langsung ke Bandara Internasional Kualanamu, Senin 27 April 2026. Kehadirannya untuk memastikan penanganan dan kesiapan keberangkatan jemaah haji Kloter 16 Embarkasi Surabaya (SUB 16) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jemaah haji sebelumnya sempat tertunda akibat gangguan teknis pada pesawat Saudi Airlines saat melakukan technical landing di Bandara Kualanamu. Kondisi tersebut membuat penerbangan tidak dapat dilanjutkan sebelum dilakukan perbaikan.

Kehadiran Ian Heriawan merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Pemerintah memastikan seluruh jemaah haji segera mendapatkan kepastian keberangkatan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan pelayanan.

“Langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan optimal. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pelayanan prima bagi seluruh jemaah haji Indonesia," ujarnya.

Sejak pesawat mendarat darurat, koordinasi intensif dilakukan antara Kementerian Haji dan Umrah, Saudi Airlines, otoritas bandara, serta jajaran embarkasi. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penanganan tanpa mengesampingkan standar keselamatan penerbangan.

Ian Heriawan turut menyaksikan langsung proses pemeriksaan dan perbaikan pesawat. Proses tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sebelum pesawat kembali diizinkan terbang.

Selama masa transit, jemaah haji ditempatkan di sejumlah hotel yang telah disiapkan oleh maskapai. Fasilitas akomodasi, konsumsi, dan transportasi juga dipastikan memadai bagi seluruh jemaah haji.

Setelah proses koordinasi dan penanganan selesai, seluruh jemaah haji akhirnya diberangkatkan menuju Madinah. Pesawat lepas landas sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi aman.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, mengatakan kehadiran Dirjen menjadi bentuk perhatian serius pemerintah. Hal ini sekaligus memberikan kepastian dan ketenangan bagi jemaah haji.

“Kehadiran langsung Dirjen menunjukkan negara hadir dalam setiap situasi. Jemaah haji tidak perlu cemas karena seluruh proses ditangani dengan baik,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, arahan pimpinan pusat menjadi dasar dalam pengambilan langkah cepat dan terukur di lapangan. Dengan demikian, jemaah haji tetap mendapatkan pelayanan terbaik meskipun dalam kondisi darurat.

Kunjungan tersebut juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan haji 2026. Keselamatan dan kenyamanan jemaah haji tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....