Januari 2026, Inflasi Tahunan Maluku Utara 4,86 Persen
- 09 Feb 2026 11:19 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,86 persen. Inflasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 106,53 pada Januari 2025 menjadi 111,71 pada Januari 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa penghitungan inflasi diperoleh dari hasil pemantauan harga di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate. Kenaikan inflasi tahunan ini dipicu oleh meningkatnya indeks harga pada sembilan kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang mencatat inflasi tertinggi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 12,14 persen. "Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,13 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,05 persen," kata Evida, dikutip Senin, 9 Februari 2026.
Selain itu, inflasi juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,52 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,14 persen. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,35 persen, diikuti kelompok kesehatan 1,24 persen dan pakaian serta alas kaki sebesar 0,92 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turut mencatat inflasi meski relatif rendah, yakni sebesar 0,18 persen. Sementara itu, dua kelompok pengeluaran lainnya justru mengalami deflasi pada Januari 2026.
Deflasi terdalam terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 19,86 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,16 persen secara tahunan.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y Januari 2026. Komoditas tersebut antara lain tarif listrik, emas perhiasan, berbagai jenis ikan laut seperti cakalang, tuna, dan tongkol, serta bahan bakar rumah tangga.
Selain itu, komoditas lain yang turut mendorong inflasi meliputi kontrak rumah, bawang merah, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), hingga tarif angkutan laut dan udara. "Makanan jadi seperti martabak serta sayuran kangkung juga tercatat memberikan sumbangan terhadap laju inflasi di Maluku Utara," kata Evida, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....