BPS Mamuju Waspadai Harga Ikan Picu Inflasi Ramadan

  • 09 Feb 2026 11:10 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Komoditas Ikan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di daerah pesisir seperti Kabupaten Mamuju karena pola konsumsi yang tinggi dan ketergantungan pada hasil tangkapan harian yang dipengaruhi cuaca serta distribusi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju mewaspadai potensi kenaikan harga ikan yang dapat memicu inflasi selama bulan Ramadan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan, khususnya komoditas perikanan.

Pihaknya mencatat bahwa gangguan pasokan, kenaikan biaya operasional nelayan, dan lonjakan permintaan menjelang Ramadan berpotensi mendorong harga ikan naik, sehingga perlu langkah antisipatif dari pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamuju, Syfa Aulia Rahmi, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, sejumlah komoditas cenderung mengalami kenaikan harga pada periode Ramadan, khususnya setelah memasuki minggu kedua.

“Kalau di tahun lalu itu harga sempat naik di bulan Ramadan dan di atas minggu kedua Ramadan itu biasanya memang ada kenaikan di beberapa komoditas,” ujarnya, saat dikonfirmasi tim reporter RRI Mamuju, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan lapangan yang sedang berlangsung, harga ikan di Mamuju masih berada pada level tinggi dan perlu diwaspadai. Kondisi ini dinilai cukup berpengaruh karena konsumsi ikan masyarakat di daerah tersebut tergolong dominan.

“Sepertinya harga ikan masih naik, masih tinggi. Nah harga ikan ini perlu diwaspadai, kenapa, karena Mamuju ini untuk bobot ikannya cukup tinggi, masyarakatnya dominan mengonsumsi ikan,” jelas Syfa.

Menurutnya, apabila harga ikan tidak segera turun, maka kondisi tersebut berpotensi kembali mendorong inflasi di Kabupaten Mamuju, mengingat besarnya kontribusi komoditas ikan dalam pola konsumsi masyarakat.

BPS Kabupaten Mamuju terus melakukan pemantauan perkembangan harga komoditas strategis sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, khususnya menjelang periode hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....