BPS Catat Banjir Berpotensi Ganggu Harga Pangan Kalsel
- 16 Jan 2026 19:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, banjir melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Hal ini berdampak pada sektor perekonomian, khususnya pertanian cabai.
Lahan pertanian yang terendam menyebabkan tanaman rusak dan hasil panen menurun, sehingga pasokan cabai dari petani lokal terhambat dan ketersediaan di pasaran menjadi terbatas. Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menyampaikan hal tersebut saat mengisi Dialog di RRI Banjarmasin Rabu, 14 Januari 2026.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mencatat kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu ketidakstabilan harga pangan. Menurut Mukhamad Mukhanif, BPS Kalsel terus memantau dampak banjir pada sektor pertanian di beberapa daerah, diantaranya Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut.
“Tanaman yang ditanam pada Januari hingga Maret 2026 banyak mengalami kerusakan sehingga produksi menurun,” ujar Mukhanif. “Adapun dalam hal ini mendorong kenaikan harga komoditas, meski pasokan dari luar daerah diharapkan dapat menekan lonjakan harga.”
Seiring membaiknya kondisi cuaca dan masuknya pasokan dari luar daerah, harga cabai di pasaran mulai mengalami perubahan dibanding hari sebelumnya. BPS Kalsel berharap adanya langkah antisipatif dan kerja sama berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga cabai untuk perekonomian daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....