Karya Sinema ACFFEST 2026 Soroti Dampak Perilaku Korup Bagi Pemuda
- 08 Apr 2026 14:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Edukasi mengenai nilai integritas ditanamkan kepada generasi muda di Kalimantan Selatan melalui pendekatan seni visual yang lebih komunikatif. Melalui ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), generasi muda diajak untuk mengamati berbagai fenomena sosial yang berisiko memicu tindakan korupsi.
Salah seorang peserta kegiatan ACFFEST Movie Day, Irfan, menyebut pemutaran film ini memberikan perspektif baru mengenai prinsip kejujuran. Baginya, rangkaian karya sinema tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip dasar yang harus dipegang teguh sebagai identitas diri.
"Melalui kegiatan ini kita jadi tahu kalau ternyata hal-hal kecil pun bisa mengarah pada perilaku korupsi. Kemudian juga terkait nilai integritas itu penting dan jangan sampai kita lupa kalau integritas adalah harga diri kita," ujarnya usai kegiatan pada Selasa malam, 7 April 2026.
Irfan juga menyoroti pola perilaku pada masa kini akan sangat menentukan kualitas karakter seseorang pada beberapa tahun mendatang. Ia merasa penyampaian pesan melalui layar lebar memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menyentuh sisi emosional para pemuda.
"Pesan antikorupsi ini sangat penting bagi anak muda, karena kalau kita mulai dengan hal tidak baik sekarang, tentu berimbas buruk untuk masa depan. Menurut saya acara ini keren sekali," ucapnya.
Merespons antusiasme tersebut, Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Kalsel, Rabiathul Adawiyah, menyatakan strategi edukasi memang perlu terus diperbarui agar tidak terkesan kaku. Langkah ini diambil sebagai upaya jangka panjang untuk membentuk pemahaman moral yang kuat di tengah masyarakat.
"Kita ingin melahirkan bibit-bibit berintegritas untuk melawan korupsi melalui sarana yang santai dan ringan. Dengan adanya film-film ini, audiens bisa memahami secara visual apa pesan yang ingin disampaikan," katanya menjelaskan.
Upaya ini pun tidak lepas dari dukungan sektor kreatif lokal yang berperan sebagai perpanjangan tangan dalam menyuarakan isu-isu pencegahan korupsi di daerah. Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin, menekankan pentingnya sinergi untuk memastikan setiap pesan moral dapat diterima dengan baik oleh audiens.
"Film-film ini punya ciri khas pesan yang terasa dekat karena memotret perilaku antikorupsi dari tingkat elit hingga lingkup terkecil. Sinergi ini memang mengejar bagaimana pesan moral bisa sampai secara tepat kepada generasi muda," ujarnya.
Rangkaian roadshow yang digelar di Banjarmasin, Barito Kuala, dan Banjarbaru ini secara keseluruhan menampilkan 12 film pendek dengan berbagai genre. Agenda literasi tersebut dijadwalkan akan menutup seluruh rangkaian kegiatannya di Kalsel pada Kamis, 9 April 2026 sebelum berlanjut ke provinsi lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....