Eksistensi Satu Dekade Katasapa Purbalingga
- 15 Jul 2026 06:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Konsistensi dalam merawat ruang kesenian menjadi kunci utama bagi Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga. Didirikan sejak tahun 2016, komunitas yang berbasis di Purbalingga ini sukses mempertahankan eksistensinya selama satu dekade sebagai wadah berekspresi sekaligus cermin sosial bagi masyarakat.
Deka Aepama selaku humas dan Trisnanto Budidoyo selaku bendahara Katasapa Purbalingga mengungkap hal tersebut saat menjadi narasumber program Pro 2 Community di Pro 2 FM RRI, pada Sabtu 4 Juli 2026. Yang menarik mayoritas anggota komunitas ini adalah para pekerja profesional yang memiliki kesibukan utama di luar dunia seni.
Keterbatasan waktu di tengah rutinitas pekerjaan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus melahirkan karya pementasan yang segar dan sarat akan edukasi. "Kata Sapa di komunitas itu ya sambil untuk hiburan kita, sebenarnya, karena kita kebanyakan sudah bekerja semua, jadi ketika enggak latihan-latihan gitu, jadi tidak ada rutinitas (kaku) sekali tapi ya sering kumpul," ujar Trisnanto.
Sepanjang tahun 2026, Katasapa tercatat cukup produktif dengan menelurkan dua pementasan besar di wilayah Banyumas. Produksi pertama bertajuk Blokeng yang menonjolkan tokoh utama perempuan, disusul pertunjukan kedua bertajuk Yang Penting Terlihat Bekerja yang sukses dipentaskan secara outdoor dalam gelombang festival literasi Bill Fest di Sokaraja.
Humas Katasapa, Deka, mengungkapkan bahwa proses kreatif komunitasnya selalu berangkat dari kejujuran dalam menangkap keresahan sosial yang sedang hangat terjadi di tengah masyarakat. Naskah yang mereka bawakan sering kali merupakan hasil adaptasi dari karya sastra lokal yang kemudian dikemas dengan improvisasi yang cair agar lebih mudah dinikmati oleh penonton awam.
"Kesenian ini, ketika dunia memaksa kita untuk seragam, justru di teater memaksa kita untuk menonjolkan perbedaan dan hidup di tengah perbedaan itu memang harus saling mengerti," kata Deka. Deka menambahkan bahwa salah satu rahasia bertahannya Kata Sapa hingga sepuluh tahun ini adalah komitmen mereka untuk menjaga pementasan tetap gratis serta memastikan seluruh prosesnya membawa kebahagiaan bagi para anggotanya.
"Syarat kami bisa terus sampai tahun ini adalah kami punya syarat bahwa kami harus bermain-mainlah, harus terhibur juga, karena kami menghibur masyarakat, jangan sampai kami juga tidak terhibur dalam prosesnya," tambahnya. Hingga saat ini, Katasapa tetap membuka ruang kolaborasi secara organik dan inklusif bagi lintas komunitas serta seniman dari berbagai latar belakang profesi.
Ke depan, komunitas ini berencana terus bergerak memperluas jaringan ruang berkesenian, salah satunya lewat agenda kolaborasi perlombaan sastra dalam rangka merayakan momen kemerdekaan pada Agustus mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....