Jangan Sampai Salah Paham, Inilah Pentingnya Kumis pada Kucing

  • 07 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kumis kucing sering dianggap hanya sebagai bagian lucu dari penampilan mereka. Padahal, kumis atau disebut vibrissae memiliki fungsi penting bagi kehidupan seekor kucing. Banyak dokter hewan dan pecinta hewan mengingatkan bahwa memotong kumis kucing sebaiknya tidak dilakukan karena dapat mengganggu kemampuan alami mereka dalam merasakan lingkungan sekitar.

Kumis kucing ternyata bukan sekadar rambut biasa. Dalam artikel tahun 2024 dari organisasi perlindungan kucing Inggris, Cats Protection seperti yang dipublikasi di www.cats.org.uk dijelaskan bahwa kumis terhubung dengan sistem saraf dan membantu kucing mendeteksi benda, mengukur jarak, hingga bergerak di tempat gelap.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa “whiskers are important sensory tools for cats”. Hal inilah yang membuat kumis menjadi sangat vital bagi kehidupan sehari-hari seekor kucing.

Selain membantu navigasi, kumis juga berkaitan dengan kemampuan kucing menjaga keseimbangan dan menentukan ruang gerak. Memotong kumis dapat membuat kucing merasa bingung, takut, dan kehilangan orientasi. Dalam artikel itu disebutkan bahwa kumis membantu kucing mengetahui apakah tubuh mereka bisa melewati suatu celah atau tidak.

Fungsi sensorik kumis bahkan menjadi inspirasi dalam pengembangan teknologi robot modern. Penelitian tahun 2022 dari Cornell University berjudul “Whisker-Inspired Tactile Sensing for Contact Localization on Robot Manipulators” menjelaskan bahwa sistem sensor berbasis kumis mampu membantu robot mendeteksi sentuhan dan posisi objek dengan sangat presisi. Para peneliti terinspirasi dari cara kerja kumis mamalia yang efektif membaca lingkungan sekitar.

Kumis juga membantu hewan merasakan perubahan udara dan getaran kecil. Studi tahun 2023 di jurnal PLOS Biology menemukan bahwa kumis pada mamalia dapat berfungsi seperti antena pendeteksi angin. Temuan ini memperlihatkan bahwa kumis memiliki kemampuan sensorik yang jauh lebih kompleks dibanding rambut biasa.

Karena sangat sensitif, memotong kumis juga bisa memicu stres pada kucing. Mengutip dari situs pengetahuan tentang hewan peliharaan www.thesprucepets.com pada 2023 menyebutkan “whisker fatigue”, yaitu, kumis yang terlalu sering terkena tekanan dapat membuat kucing tidak nyaman. Artikel tersebut menegaskan bahwa memotong kumis bukan solusi dan justru dapat mengganggu cara kucing memahami dunia di sekitarnya.

Pemilik kucing disarankan untuk membiarkan kumis tumbuh alami tanpa dipotong. Kumis biasanya akan rontok dan tumbuh kembali dengan sendirinya seperti bagian tubuh alami lainnya. Menjaga kumis tetap utuh berarti membantu kucing tetap nyaman, percaya diri, dan mampu beraktivitas dengan baik di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....