Seni Berburu Barang Antik Murah di Pasar Wage

  • 22 Jan 2026 08:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pasar Wage Purwokerto menjadi saksi bisu perputaran barang-barang antik dan bekas pada Selasa (20/1/2026). Suasana lapak yang sederhana ini tetap memikat antusiasme pengunjung untuk mencari harta karun tersembunyi.

Para pedagang menjajakan beragam koleksi mulai dari kamera jadul, kaset pita, hingga jam tangan kuno. Keberagaman barang ini memberikan warna tersendiri bagi dinamika ekonomi rakyat di sudut kota.

Gendu merupakan salah satu pedagang paling senior yang telah berjualan di pasar ini sejak tahun 1975. Pengalaman puluhan tahun membuatnya sangat memahami seluk-beluk barang yang diminati oleh para kolektor lokal.

"Barang yang banyak dicari sama yang mau beli rata-rata barang antik, barang kuno-kuno, seperti kamera tebal dan HP Nokia jadul," ujar Gendu.

Meskipun teknologi digital berkembang pesat, barang-barang analog seperti radio dan lampu petromaks masih memiliki tempat di hati pelanggan. Gendu setia menanti pembeli yang menghargai nilai historis dari setiap benda yang ia pajang.

"Dulu waktu pertama keluar, ya jualnya cuma jam tembok, terus ada radio, dulu kan waktu itu rame sekali," ucap Gendu.

Sistem transaksi di pasar loak ini sangat fleksibel karena mengandalkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, seperti kacamata yang rata-rata dijual hanya lima ribu rupiah.

Bagi para kolektor, tantangan terbesar adalah menemukan barang unik yang masih memiliki fungsi atau nilai seni tinggi. Kesabaran dalam memilih menjadi kunci utama agar tidak salah langkah dalam membeli barang loak.

Sulhani Sule sering mengunjungi pasar ini untuk berburu barang elektronik yang bisa diperbaiki kembali di rumah. Baginya, ada kepuasan tersendiri saat berhasil menghidupkan barang rongsokan yang dibeli dengan harga miring.

"Tipsnya ya paling ya pandai-pandailah menawar gitu, pandai-pandai menawar terus ngecek barangkali masih hidup atau mati," kata Sulhani menyarankan.

Ia berpendapat bahwa kualitas barang lama terkadang lebih unggul dan sayang jika dibiarkan terbuang begitu saja. Pasar loak Pasar Wage pun dianggap sebagai solusi ekonomis bagi masyarakat yang ingin berhemat tanpa kehilangan fungsi barang.

"Kalau bisa betulin sih mending beli barang-barang bekas daripada yang baru, yang baru kan mahal," ujar Sulhani

Pasar loak di Pasar Wage tetap bertahan sebagai ikon tempat bernostalgia bagi warga Purwokerto yang mencintai barang-barang lama. Semoga keberadaan ruang transaksi unik ini tetap lestari dan terus mendukung ekonomi kreatif berbasis barang antik di masa depan. (Muhamad Saepul Saputra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....