Berapa Persentase Ideal Deep Sleep untuk Orang Dewasa?

  • 12 Jul 2026 20:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tidur berkualitas tidak hanya diukur dari lamanya waktu tidur, tetapi juga dari seberapa banyak seseorang memperoleh deep sleep atau tidur nyenyak. Fase tidur ini merupakan periode penting ketika tubuh melakukan pemulihan fisik, memperbaiki jaringan, memperkuat sistem kekebalan, serta mendukung fungsi otak dalam menyimpan memori dan memproses informasi.

Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM) dan National Sleep Foundation, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Dari total durasi tersebut, sekitar 13 hingga 23 persenidealnya dihabiskan dalam fase deep sleep atau tahap N3 (slow-wave sleep), yang berarti seseorang dengan waktu tidur delapan jam memerlukan sekitar 60 hingga 110 menit tidur nyenyak setiap malam.

Deep sleep biasanya lebih banyak terjadi pada sepertiga awal waktu tidur malam. Pada fase ini, aktivitas otak menghasilkan gelombang delta yang lambat, detak jantung dan laju pernapasan menurun, sementara tubuh memaksimalkan proses regenerasi sel, pelepasan hormon pertumbuhan, serta pemulihan otot setelah aktivitas harian. Karena itu, seseorang yang sering terbangun pada awal malam berisiko kehilangan sebagian besar waktu deep sleep.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Matthew P. Walker, profesor ilmu saraf dari University of California, Berkeley, dalam buku Why We Sleep serta sejumlah publikasi ilmiahnya menjelaskan bahwa deep sleep memiliki peran penting dalam menjaga daya ingat, meningkatkan kemampuan belajar, serta membantu membersihkan limbah metabolik di otak melalui sistem glymphatic. Berkurangnya fase tidur ini secara terus-menerus dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, obesitas, hingga gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Meski demikian, persentase deep sleep setiap orang tidak selalu sama. Faktor usia menjadi salah satu penentu utama karena jumlah deep sleep secara alami akan berkurang seiring bertambahnya umur. Orang dewasa muda umumnya memperoleh porsi deep sleep yang lebih tinggi dibandingkan lansia, meskipun keduanya tetap dapat memiliki kualitas tidur yang baik apabila seluruh siklus tidur berlangsung secara normal.

Berbagai kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi jumlah deep sleep yang diperoleh seseorang. Konsumsi kafein atau alkohol menjelang waktu tidur, stres berkepanjangan, kurang berolahraga, paparan cahaya dari gawai sebelum tidur, hingga jadwal tidur yang tidak teratur diketahui dapat mengurangi durasi tidur nyenyak sehingga tubuh tidak mendapatkan pemulihan secara optimal.

Para ahli menyarankan masyarakat tidak terlalu terpaku pada angka yang ditampilkan perangkat pelacak tidur (sleep tracker), karena hasilnya hanya berupa estimasi dan belum tentu seakurat pemeriksaan polisomnografi di laboratorium tidur. Yang lebih penting adalah menjaga kebiasaan tidur yang sehat, tidur secara konsisten selama 7–9 jam setiap malam, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila sering merasa lelah saat bangun tidur, mendengkur keras, atau mengalami gangguan tidur yang berlangsung dalam waktu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....