Air Dingin vs Air Hangat: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • 11 Jul 2026 00:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Mandi sering dianggap aktivitas sederhana yang hanya soal membersihkan tubuh. Padahal, pilihan suhu air ternyata bisa memengaruhi energi, suasana hati, metabolisme, hingga kesehatan kulit.

Menurut dr. Nahla Shihab, air yang kita gunakan saat mandi memiliki efek berbeda pada tubuh. Baik air dingin maupun air hangat sama-sama punya manfaat jika digunakan pada waktu yang tepat.

Mandi dengan air dingin dapat mengaktifkan saraf simpatis dalam tubuh. Aktivasi ini memicu pelepasan hormon norepinefrin yang membantu meningkatkan fokus dan membuat tubuh lebih waspada.

Selain itu, paparan air dingin juga dikaitkan dengan penurunan gejala depresi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cold water exposure mampu memperbaiki suasana hati secara umum.

Dari sisi metabolisme, air dingin juga punya peran menarik. Paparan dingin dapat mengaktifkan lemak coklat yang membantu tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat sedang beristirahat.

Sementara itu, mandi air hangat lebih dikenal dengan efek relaksasinya. Air hangat membantu mengendurkan otot, meningkatkan kualitas tidur, serta membuat kulit lebih siap menerima produk perawatan.

Namun, penggunaan air hangat yang terlalu panas justru bisa berdampak buruk. Hal ini dapat merusak skin barrier dan menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Ada juga mitos yang sering beredar bahwa air dingin bisa mengecilkan pori-pori. Faktanya, suhu air tidak benar-benar mengubah ukuran pori, melainkan hanya memberi efek sementara pada tampilan kulit.

Mandi air dingin cocok dilakukan di pagi hari untuk meningkatkan energi. Sedangkan mandi air hangat lebih ideal di malam hari untuk membantu tubuh rileks dan tidur lebih nyenyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....