Kurangi Screen Time, Ini Aktivitas Seru yang Bisa Jadi Pengganti untuk Anak

  • 04 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Mengurangi waktu anak di depan layar gawai menjadi tantangan bagi banyak orang tua, terutama saat akhir pekan atau masa libur sekolah. Meski demikian, para ahli menilai ada banyak aktivitas alternatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu mendukung perkembangan fisik, emosional, dan kemampuan berpikir anak secara optimal.

Salah satu aktivitas yang direkomendasikan adalah bermain di luar ruangan, seperti bersepeda, bermain bola, berkebun, atau sekadar berjalan-jalan di taman. Aktivitas fisik membantu meningkatkan kebugaran tubuh, memperkuat koordinasi motorik, sekaligus mengurangi risiko obesitas dan gangguan tidur yang kerap dikaitkan dengan penggunaan gawai secara berlebihan.

Selain aktivitas fisik, membaca buku bersama, menggambar, melukis, merakit balok, hingga membuat kerajinan tangan juga dapat menjadi pilihan yang bermanfaat. Kegiatan tersebut mampu melatih kreativitas, meningkatkan konsentrasi, memperkaya kosakata, serta mempererat interaksi antara anak dan orang tua melalui proses belajar yang menyenangkan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics pada 2019 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Sheri Madigan dari University of Calgary menemukan bahwa penggunaan layar yang berlebihan pada usia dini berkaitan dengan penurunan capaian perkembangan anak pada tahun-tahun berikutnya. Penelitian yang melibatkan lebih dari 2.400 ibu dan anak di Kanada tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu screen time, semakin besar kemungkinan anak mengalami keterlambatan pada aspek komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan sosial.

Aktivitas yang melibatkan keluarga juga memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter anak. Memasak bersama, bermain permainan papan, menyusun puzzle, atau berkebun dapat mengajarkan kerja sama, kesabaran, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah tanpa harus bergantung pada perangkat elektronik.

Para ahli juga menyarankan agar orang tua tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi turut memberikan contoh yang baik dalam penggunaan teknologi. Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua, sehingga menciptakan waktu bebas gawai di rumah, seperti saat makan bersama atau menjelang tidur, dapat menjadi langkah efektif dalam membangun kebiasaan yang lebih sehat.

Pada akhirnya, mengganti screen time bukan berarti menghilangkan hiburan bagi anak, melainkan mengalihkan waktunya ke aktivitas yang lebih bermakna dan mendukung tumbuh kembang. Dengan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kegiatan di dunia nyata, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih aktif, kreatif, sehat, serta memiliki kemampuan sosial dan emosional yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....