Jazz Gunung Slamet 2026 Pikat Penonton dengan Harmoni Musik dan Alam Baturraden
- 28 Jun 2026 02:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Jazz Gunung Slamet kembali digelar di Bumi Perkemahan Wana Wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026). Festival musik jazz yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan di Banyumas ini sempat tertunda beberapa saat karena hujan deras.
Meski demikian, kondisi hujan tidak menyurutkan antusiasme penonton untuk menyaksikan penampilan para musisi. Tidak hanya warga lokal, mereka juga datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu penonton, Jelfi, datang dari Jakarta bersama rekannya khusus untuk menyaksikan Jazz Gunung Slamet 2026. Ini merupakan kali kedua dirinya menyaksikan konser musik jazz.
Namun, baginya, Jazz Gunung Slamet memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan alunan musik jazz dengan suasana hutan pinus yang membuat pengalaman menonton terasa berbeda. Kehadiran grup musik Nonaria dan Mocca juga menjadi alasan dirinya datang ke Jazz Gunung Slamet tahun ini.
"Kami suka banget ambience-nya. Suasana hutan pinus yang ditemani alunan musik jazz membuat pengalaman menonton terasa menyenangkan," ujarnya.
Pengalaman tahun ini membuat Jelfi berkeinginan kembali menghadiri Jazz Gunung Slamet pada penyelenggaraan berikutnya. Selain ingin kembali menikmati suasana festival, Jelfi juga tertarik mencicipi lebih banyak kuliner khas Banyumas yang menurutnya memiliki keunikan tersendiri.
“Kalau ada lagi, kami mau nonton karena suka dengan suasananya. Terus tadi sempat mencoba soto pakai bumbu kacang dan ketupat. Ternyata enak dan porsinya banyak. Unik juga karena biasanya soto kuanya bening, tapi di sini beda,” ucap Jelfi.

Penonton lainnya, Akmal, mengaku baru pertama kali menyaksikan konser jazz secara langsung. Ia datang ke Jazz Gunung Slamet untuk menyaksikan penampilan Mocca.
"Saya memang ingin banget nonton Mocca. Kebetulan juga baru pertama kali nonton konser jazz langsung," kata Akmal.
Menurut Akmal, suasana pegunungan, antusiasme penonton, serta interaksi para musisi dengan penonton menjadi daya tarik Jazz Gunung Slamet. Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman itu berharap festival ini terus digelar pada tahun-tahun mendatang.
"Kalau ada lagi, saya mau datang. Saya juga pengin coba nonton yang seri Bromo. Semoga acara seperti ini terus ada karena bisa memutar ekonomi," ucapnya.
Jazz Gunung Slamet 2026 dibuka dengan penampilan Amelia Ong. Penonton kemudian disuguhi aksi panggung Nonaria, Emptyyy, serta Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar. Festival kemudian ditutup oleh Mocca yang menjadi salah satu penampil paling dinantikan malam itu.
CEO Jazz Gunung Bagas Indyatmono mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep “Jazztination”, yakni perpaduan antara musik jazz dan destinasi wisata. Melalui konsep tersebut, penonton tidak hanya dapat menikmati konser, tetapi juga merasakan pengalaman berwisata di kawasan Baturraden.
“Acara berlangsung aman, lancar, dan penonton antusias, walaupun tadi sempat gerimis. Karena cuaca juga, tadi break-nya kami majukan, baru kemudian dilanjut penampilan para musisi sampai terakhir,” ucap Bagas.
Selain pertunjukan musik, penyelenggara juga menghadirkan daya tarik tambahan berupa pasar UMKM dan spot kuliner bertajuk “Kampung Durian”. Di Kampung Durian, pengunjung, terutama pemegang tiket VIP, bisa menikmati sajian berbagai jenis durian lokal sambil menonton konser.
“Ini pertama kali di dunia bisa nonton konser jazz sambil makan durian,” tutur Bagas.
Dengan sambutan hangat dari penonton dan suasana Wana Wisata Baturraden yang dinilai cocok dengan karakter Jazz Gunung, Bagas mengisyaratkan Kabupaten Banyumas akan kembali menjadi tuan rumah Jazz Gunung Series pada edisi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....