Ciri-Ciri Tidak Cocok Menggunakan Pelembab Wajah, Kenali Tandanya sejak Dini

  • 27 Jun 2026 11:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggunaan pelembab wajah bertujuan menjaga hidrasi kulit dan memperkuat lapisan pelindung kulit. Namun, tidak semua produk cocok untuk setiap jenis kulit sehingga sebagian orang dapat mengalami reaksi yang menandakan pelembab tersebut tidak sesuai dengan kondisi kulit mereka.

Salah satu ciri yang paling umum adalah munculnya rasa perih, panas, atau terbakar sesaat setelah pelembab diaplikasikan. Jika sensasi tersebut berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, hal ini dapat menjadi tanda adanya iritasi akibat kandungan tertentu dalam produk.

Selain itu, kulit yang menjadi lebih merah dan mudah mengalami gatal setelah penggunaan pelembab juga perlu diwaspadai. Reaksi tersebut dapat mengindikasikan dermatitis kontak alergi yang dipicu oleh bahan pewangi, pengawet, atau komponen aktif tertentu dalam pelembab.

Munculnya jerawat, bruntusan, atau pori-pori yang terasa lebih tersumbat setelah beberapa hari penggunaan juga dapat menjadi tanda ketidakcocokan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika formulasi pelembab terlalu berat bagi jenis kulit tertentu sehingga memicu penyumbatan pori.

Kulit yang justru terasa semakin kering setelah rutin menggunakan pelembab juga tidak boleh diabaikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelembab terhadap fungsi sawar kulit dapat berbeda-beda tergantung komposisi produk dan kondisi kulit penggunanya.

Penelitian berjudul Allergic Contact Dermatitis Secondary to Moisturizers yang diterbitkan tahun 2020 menjelaskan bahwa pelembab, meskipun umumnya aman, tetap dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi pada sebagian individu akibat kandungan alergen tertentu. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan respons kulit setelah mencoba produk baru.

Sementara itu, tinjauan ilmiah Moisturizer Effect on Irritant Dermatitis yang dipublikasikan dalam jurnal Contact Dermatitis menyebutkan bahwa manfaat pelembab tidak selalu sama pada setiap orang dan beberapa produk dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap iritasi kulit. Oleh karena itu, apabila muncul kemerahan, gatal, perih, jerawat, atau kulit semakin kering setelah penggunaan pelembab, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang disarankan untuk menentukan produk yang lebih sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....