Rilis Single 'Could I Be', Budjerah Siap Menggebrak lewat Album Debut Gentleman
- 17 Jun 2026 12:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Penyanyi berbakat asal Australia peraih penghargaan Platinum dan dua kali pemenang ARIA Award, Budjerah, kembali menyapa para penggemarnya. Melalui label Warner Music Australia, musisi yang kerap dipuji oleh berbagai media internasional seperti GQ dan Rolling Stone ini resmi merilis single euforik terbaru berjudul “Could I Be”. Lagu yang sarat akan nuansa ceria ini memadukan era keemasan musik pop dan R&B awal tahun 2000-an dengan sentuhan sinematik yang kental.
Budjerah mengungkapkan bahwa lagu terbarunya ini merupakan cerminan dari perasaan mendalam saat seseorang mulai menyadari bahwa dirinya sedang jatuh cinta. Proses jatuh cinta yang sering kali datang tiba-tiba dan tidak terduga dikemas secara apik lewat melodi yang bersemangat.
"Could I Be adalah tentang momen ketika Anda menyadari bahwa Anda sedang jatuh cinta. Cinta bisa terasa tak terduga dan tiba-tiba. Ini adalah trek up-tempo yang menyenangkan dengan banyak falsetto manis dan nada tinggi. Ada beberapa inspirasi dari musik R&B dan soul era 70-an, musik yang sering diputar keluarga saya saat saya masih kecil," ujar Budjerah mengenai single barunya.
Single “Could I Be" sendiri menjadi jembatan menuju album debutnya yang sangat dinantikan, bertajuk Gentleman, yang dijadwalkan rilis pada Jumat, 24 Juli mendatang. Lagu ini menyusul kesuksesan karya-karya sebelumnya seperti “Want You Back” dan lagu utama “Gentleman”. Tidak main-main, dalam penggarapan album ini, Budjerah berkolaborasi dengan jajaran penulis lagu papan atas dunia seperti Autumn Rowe, Kizzo Keaz, dan Philip Lawrence yang sebelumnya sukses mengorbitkan hits untuk Bruno Mars hingga Kylie Minogue.
Diproduseri oleh Om’Mas Keith, album ini menangkap dengan berani identitas musik Budjerah sekaligus memberikan penghormatan kepada genre pop dan R&B yang menemaninya tumbuh dewasa. Proses kreatif yang memakan waktu hampir empat tahun ini diakui sebagai perjalanan spiritual dan pendewasaan diri yang sangat personal bagi sang penyanyi.
"Gentleman adalah album debut saya dan ini terinspirasi oleh sosok yang saya inginkan saat saya tumbuh dewasa. Album ini merupakan proses hampir 4 tahun bagi saya. Di antara kehidupan saya di rumah dan kehidupan di jalanan (tur), saya mengalami begitu banyak perubahan dan pertumbuhan. Mengejar impian, saya menghadapi tantangan baru yang membantu saya memahami siapa diri saya yang sebenarnya. Setiap lagu di album ini menyimpan kepingan diri saya. Saya berharap Budjerah kecil merasa bangga," ungkapnya .
Rekam jejak Budjerah di industri musik global memang terbilang luar biasa dengan torehan lebih dari 60 million total pemutaran digital secara global, termasuk single hit-nya “Therapy” yang menembus belasan juta putaran di Spotify. Selain sukses mengantongi berbagai penghargaan bergengsi seperti Breakthrough Artist dari GQ Australia dan APRA Award, namanya kian melambung setelah ditunjuk sebagai aksi pembuka dalam tur stadion megah Ed Sheeran yang habis terjual, serta berkolaborasi dengan sang diva Kylie Minogue.
Memasuki tahun 2026, setelah merilis single “Is It Ever Gonna Make Sense”, Budjerah terus memperkuat posisinya di panggung internasional melalui rangkaian tur utama nasional. Kehadirannya yang karismatik di berbagai panggung besar, mulai dari penampilan memukau di ARIA Awards bersama Cyril dan Becca Hatch, partisipasi berturut-turut di Carols In The Domain, hingga panggung Tropfest, membuktikan bahwa musisi muda ini siap menjadi ikon pop dan R&B global berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....