Tuantigabelas Rilis Single Baru, Berani Mati tapi Takut Hidup?

  • 16 Jun 2026 20:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Rapper kenamaan tanah air, Tuantigabelas, kembali menggebrak kancah musik hip-hop lokal dengan merilis single terbarunya yang bertajuk “Berani Mati Takut Hidup” (BMTH). Berkolaborasi dengan Achy alias 4PRI Beat, lagu ini hadir sebagai sebuah refleksi mendalam tentang jihad batin serta pertarungan sengit antara akal dan ego manusia. Semua pergulatan filosofis tersebut diterjemahkan secara apik melalui rima-rima tajam di atas komposisi beat yang presisi dan berkarakter kuat.

Lagu ini berangkat dari perenungan mendalam mengenai makna frasa “berani mati”. Alih-alih dimaknai sebagai dorongan destruktif menuju akhir kehidupan, Tuantigabelas justru mendefinisikannya sebagai sebuah bahan bakar dan keberanian untuk menjalani hidup dengan lebih baik, demi diri sendiri dan orang-orang yang dicintai. Konsep ini menawarkan sudut pandang baru yang segar di tengah kompleksitas problematika modern.

"Lewat lagu ini, saya ingin meluruskan bahwa 'berani mati' itu bukan bentuk keputusasaan. Ini adalah kesadaran penuh untuk melepaskan kendali atas hidup tanpa kehilangan kendali atas diri kita sendiri. Kita hidup bukan untuk mencari mati, namun juga tidak lantas menolaknya saat waktunya tiba," ungkap Tuantigabelas.

Lebih lanjut, musisi yang dikenal dengan lirik-liriknya yang berbobot ini menjelaskan bahwa pada titik spiritual tertinggi, manusia tidak lagi menggenggam erat hidupnya secara egois. Sebaliknya, manusia akan menemukan hakikat dirinya dalam setiap napas yang memberi hidup, serta merasa terhubung secara intim dengan Yang Maha Hidup. Single “Berani Mati Takut Hidup” ini sekaligus merekam fase transisi personal yang dialami sang rapper.

"Bagi saya pribadi, proyek musik BMTH ini merekam fase krusial setelah saya berhasil waras lalu bergerak menuju sadar. Ini adalah tahap di mana akal, rasa, dan tindakan saya sebagai manusia mulai bergerak dalam satu keselarasan yang utuh," tambah Tuantigabelas mengenai proses kreatif di balik lagu barunya.

Masih berada dalam benang merah yang sama dengan rilisan terdahulu seperti Samadhi dan Talari, single ini dipastikan menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Tuantigabelas menuju album keduanya. Dentum beat dan dansa rima yang dihadirkan di lagu ini terasa layaknya sebuah perjamuan meditasi kolosal. Di saat yang sama, musiknya juga membentuk ruang peperangan ideologi antara "aku dan aku", sekaligus menjadi medium pamer sikap (flexing state of mind) yang tegas.

Melalui karya teranyarnya ini, Tuantigabelas resmi merumuskan apa yang ia sebut sebagai Rakat Mentality. Sebuah sikap hidup "kepala batu" yang sadar arah dan terus mencoba tanpa henti hingga permainan hidup selesai. Karya ini menegaskan bahwa hidup bukanlah sebuah ruang hampa untuk ditinggalkan begitu saja, melainkan sebuah proses panjang untuk sampai pada kesadaran utuh tentang diri, kehidupan, dan Yang Menghidupkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....