Ngobrol Santai Bersama Rah Two Rock Bali, Eksplorasi Musik dengan Sentuhan AI
- 06 Mei 2026 09:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Program acara NGOSPEK (Ngobrol Sareng Penyanyi Kesayangan) di Pro 4 RRI Denpasar kembali menghadirkan obrolan menarik bersama musisi lokal Bali, Rah Two Rock Bali yang membagikan proses kreatif di balik karya terbarunya 'Linglung' yang resmi diluncurkan pada 28 Maret 2026 di Denpasar. Dalam perbincangan tersebut, ia menegaskan bahwa perjalanan menciptakan lagu tidak instan dan membutuhkan proses panjang hingga menemukan karya yang benar-benar “klik”.
Musisi yang selama ini dikenal sebagai vokalis dari grup Triple X (XXX) Bali, kini melangkah ke jalur solo dengan merilis single perdananya bertajuk 'Linglung'. Sebuah karya yang bukan hanya segar secara musikal, tetapi juga menghibur dengan pendekatan yang jenaka dan relevan dengan kehidupan masa kini.
'Linglung' adalah potret kecil tentang dinamika percintaan modern yang kerap terasa absurd, bukan sekadar lagu cinta. Lagu ini diciptakan oleh Kan Kwik, mengangkat tema cinta komedi, yang di dalamnya terselip sindiran halus tentang perubahan cara orang memandang hubungan. Jika dulu ketulusan dan pesona cukup untuk memenangkan hati, kini realitas berkata lain, di mana materi sering kali ikut berbicara.
Lirik "Linglung' terkesan santai, penuh humor, dan terasa akrab dengan keseharian. Pendengar diajak tertawa, mengangguk, bahkan mungkin merasa terwakili oleh cerita yang disampaikan. Di situlah kekuatan lagu ini, ia menghibur sekaligus merefleksikan.
Secara musikal, Rahtwo menghadirkan racikan yang berani. Ska rock, dangdut, dan koplo berpadu dalam satu komposisi yang enerjik dan tak terduga. Dentuman gitar rock yang kuat bertemu dengan groove ska yang ceria, lalu dipertegas oleh ritme kendang koplo yang menghentak. Hasilnya adalah sebuah lanskap suara yang hidup, mengajak tubuh ikut bergerak tanpa diminta.
Rah Two mengungkapkan bahwa ide lagu yang kini dirilis sudah mulai dirancang sejak tahun 2005, namun baru terwujud beberapa waktu kemudian. Prosesnya tidak instan dan cukup lama sampai akhirnya ketemu lagu formula yang pas.
Ia juga menjelaskan keunikan single terbarunya yang memadukan tiga karakter vokal dalam satu lagu. “Memang saya suka yang beda, jadi saya coba eksplorasi karakter vokal yang berbeda dalam satu karya,” katanya.
Dalam proses produksi, Rah Two Rock Bali mengakui turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI sebagai referensi awal. “AI sangat membantu sebagai acuan, tapi tetap saya kembangkan sesuai keinginan dan karakter saya,” jelasnya.
Dari sisi aransemen, lagu tersebut menggabungkan berbagai genre seperti pop, rock, hingga koplo menjadi satu kesatuan. Rah Two mengungkapkan, bahwa ini memang challenge, tapi menyenangkan karena bisa memadukan berbagai warna musik dalam satu lagu.
Ia juga menuturkan bahwa karya ini merupakan proyek solo yang berbeda dari konsep musik sebelumnya saat bersama grup bandnya Triple X. Ia sengaja memilih jalur produksi yang berbeda agar menghasilkan identitas musikal yang lebih personal.
Terkait respons, Rah Two menyebut keluarga dan rekan terdekat memberikan dukungan penuh terhadap langkah barunya tersebut. “Keluarga tetap support, walaupun ini berbeda dari sebelumnya,” katanya.
Namun demikian, ia juga menerima kritik dari rekan musisi terkait eksplorasi vokal yang dinilai tidak konsisten. Menanggapi hal itu, Rah Two menjelaskan bahwa konsep tersebut memang dirancang untuk menyesuaikan dinamika lagu.
“Setiap bagian lagu punya karakter sendiri, jadi vokalnya juga mengikuti suasana musiknya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini justru menjadi ciri khas yang ingin ditonjolkan dalam karyanya.
Ke depan, Rah Two Rock Bali mengaku telah menyiapkan sejumlah materi lagu baru. Ia berharap dapat terus mengembangkan karakter musikalnya tanpa kehilangan identitas yang sedang dibangun saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....