Sejarah dan Fungsi Kesenian Tanjidor Betawi Tradisional
- 23 Apr 2026 12:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tanjidor adalah kesenian tradisional Betawi yang berbentuk orkes musik. Kesenian ini sudah ada sejak abad ke-19 dan berkembang di wilayah Betawi, terutama di daerah Citeureup. Awalnya, tanjidor dipengaruhi oleh budaya musik pada masa kolonial, lalu berkembang menjadi hiburan khas masyarakat setempat. Alat musik yang digunakan umumnya berupa alat tiup dan perkusi, mirip dengan yang ada dalam drum band. Dilansir dari id.wikipedia.org
Nama “tanjidor” diyakini berasal dari kata Portugis tangedor, yang berarti pemain musik atau alat musik berdawai. Meskipun begitu, dalam praktiknya tanjidor lebih banyak menggunakan alat musik tiup seperti trompet dan klarinet, serta alat ritmis seperti drum. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan budaya asing dan lokal dalam perkembangan kesenian ini.
Dalam kehidupan masyarakat, tanjidor memiliki fungsi utama sebagai hiburan. Musik ini sering dimainkan untuk memeriahkan berbagai acara, seperti perayaan, pawai, hingga acara keluarga. Di kalangan masyarakat Betawi, tanjidor juga kerap digunakan dalam prosesi lamaran atau pernikahan untuk menambah suasana meriah.
Selain itu, tanjidor juga tampil dalam berbagai kegiatan budaya seperti perayaan Cap Go Meh atau pertunjukan musik jalanan tradisional. Kesenian ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Betawi dan biasanya dimainkan di acara yang melibatkan banyak orang, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai hiburan sekaligus pelestarian budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....