Planetbumi Rayakan Tiga Dekade Berkarya

  • 30 Mar 2026 16:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Band senior Planetbumi merayakan perjalanan karir mereka di industri musik Indonesia, yang memasuki tiga dekade berkarya. Planetbumi tetap bertahan di tengah perubahan industri musik, apalagi mereka lahir saat gelombang musik alternatif dan britpop mulai merasuki selera anak muda melalui radio serta televisi.

Perayaan tiga puluh tahun ini ditandai dengan perilisan album Greatest Hits berisi sebelas lagu pilihan dari empat album sebelumnya. Album tersebut didistribusikan oleh Tarsius Records dan dilengkapi liner notes yang ditulis oleh Harlan Boer.

Nyoman mengaku tulisan Harlan Boer memiliki makna mendalam karena merekam perjalanan panjang sekaligus persahabatan mereka sejak lama. Dalam rilisnya, Senin, 30 Maret 2026, Nyoman salah satu personilnya mengatakan, “Tulisan Harlan benar-benar bagus bagi kami, karena dia tahu sekali perjalanan Planetbumi.”

Kedekatan mereka bermula dari skena gig pertengahan 90-an di Poster Cafe, tempat berbagai band indie berkumpul. “Saya sudah nandain Nyoman sejak awal melihat sosoknya di kampus pada 1995,” tulis Harlan Boer.

Pada masa awal berdiri tahun 1996, Planetbumi tumbuh dalam momentum kebangkitan musik indie lokal yang sedang berkembang pesat. “Kami beranikan diri untuk buat lagu dengan lirik bahasa Indonesia, merekamnya, dan tampil di aneka acara gig,” ujar Nyoman.

Lagu mereka yang berjudul Rindu, menjadi tonggak penting ketika berhasil menembus tangga lagu radio meski mereka masih berstatus band independen. “Hingga dibuat sebuah program acara chart baru, dinamakan Indielapan,” ujar Harlan Boer.

Ketertarikan label besar muncul pada 1997 ketika Musica mengajak Planetbumi bergabung dalam album kompilasi bertajuk Pesta Group. Lagu Rindu dan Embun Malam menjadi bagian penting yang memperluas jangkauan pendengar mereka di industri musik.

Kini Planetbumi tetap bertahan dengan formasi awal dan semangat yang tidak pudar meski zaman terus berubah. “Kami berencana merekam lagu-lagu baru, dan manggung bersama band muda, dan siapapun,” tutup Nyoman.

Band ini merasakan dinamika perjalanan panjang penuh tantangan, mulai dari kejenuhan hingga kegagalan mimpi yang kerap menghampiri mereka. “Kami memang ngeband cuma untuk bahagia bawain musik yang kami suka, itu saja, tidak lebih.”

Menurut Nyoman, popularitas bukanlah tujuan utama mereka, sebab setiap personel juga memiliki kehidupan di luar bermusik. “Jadi populer juga jauh, kami punya kehidupan juga,” ujar Nyoman menegaskan filosofi sederhana perjalanan Planetbumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....