Skin Cycling, Tren Perawatan Wajah yang Menekankan Keseimbangan

  • 27 Mar 2026 18:32 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Skin Cycling hadir sebagai pendekatan yang lebih sederhana dan berfokus pada keseimbangan kulit. Tren ini menjadi populer karena dianggap lebih ramah bagi kulit terutama bagi mereka yang mengalami iritasi kulit.

Mengutip dari Cleveland Clinic, skin cycling adalah metode perawatan kulit yang dilakukan dengan cara mengatur penggunaan produk aktif dalam siklus tertentu. Pola yang umum adalah malam pertama eksfoliasi, malam kedua retinol, lalu dua malam berikutnya fokus pada pemulihan kulit dengan pelembab.

Tujuan dari metode ini adalah memberikan waktu bagi kulit untuk beristirahat dan memperbaiki diri. Penggunaan produk aktif seperti eksfoliator dan retinol memang efektif untuk memperbaiki tekstur kulit. Namun, jika digunakan terlalu sering dapat merusak skin barrier.

Menurut American Academy of Dermatology, skin cycling membantu mencegah iritasi, kemerahan, dan kulit kering dengan memberi jeda pemakaian. Dengan demikian, kulit tetap sehat dan tidak overworked.

Beberapa manfaat dari skin cyling antara lain mengurangi risiko iritasi, meningkatkan efektivitas produk aktif, serta membantu kulit menjadi lebih sehat dan bercahaya. Metode ini juga cocok untuk pemula yang baru mulai menggunakan bahan aktif seperti retinol, karena memberikan waktu adaptasi bagi kulit.

Skin cycling meski terlihat sederhana, harus tetap disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Tidak semua orang membutuhkan eksfoliasi atau retinol dalam frekuensi yang sama. Penting untuk melalukan patch test sebelum mencoba produk baru atau berkonsultasi dengan dokter kulit.

Skin cycling menjadi bukti bahwa perawatan kulit tidak harus selalu rumit. Tren ini membantu mendapatkan kulit yang lebih optimal tanpa risiko berlebihan karena kunci dari skin cycling adalah konsistensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....