Kenapa Banyak Orang Merasa Tidak Punya Waktu
- 27 Mar 2026 15:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang merasa hari berjalan begitu cepat, sementara daftar tugas terasa semakin panjang. Meski aktivitas tidak selalu padat secara fisik, muncul perasaan seolah waktu selalu kurang. Kondisi ini sering kali lebih berkaitan dengan cara mengelola perhatian daripada jumlah jam yang tersedia.
Salah satu penyebab utamanya adalah distraksi digital yang terus-menerus menyita fokus. Notifikasi, pesan instan, dan media sosial membuat perhatian terpecah dalam interval pendek sepanjang hari. Menurut berbagai pembahasan di Harvard Business Review, gangguan kecil yang berulang dapat mengurangi efektivitas kerja dan menciptakan ilusi bahwa waktu habis tanpa hasil signifikan.
Selain itu, budaya produktivitas juga berperan dalam membentuk persepsi kekurangan waktu. Banyak orang merasa harus selalu sibuk agar terlihat berhasil atau bernilai. Psychology Today menyoroti bahwa tekanan sosial dan standar perfeksionisme dapat membuat seseorang merasa tidak pernah melakukan “cukup”, meskipun secara objektif sudah menyelesaikan banyak hal.
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah kurangnya prioritas yang jelas. Ketika semua hal dianggap penting, energi tersebar dan waktu terasa cepat habis. Konsep manajemen waktu seperti matriks prioritas Eisenhower menekankan pentingnya membedakan antara tugas yang mendesak dan yang benar-benar penting.
Perasaan tidak punya waktu pada akhirnya lebih berkaitan dengan pengelolaan fokus, energi, dan ekspektasi. Dengan membatasi distraksi, menetapkan prioritas, dan memberi ruang istirahat, waktu yang sama bisa terasa lebih cukup. Produktivitas bukan soal mengisi setiap menit, tetapi tentang memastikan menit yang ada digunakan secara sadar. (STP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....