Seniman Godean Siapkan Festival Kethoprak Sleman 2026

  • 21 Mar 2026 20:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Keluarga Kesenian Kethoprak Kapanewon Godean kembali berkumpul secara akrab guna mempersiapkan ajang Festival Kethoprak bergengsi antar kapanewon di Kabupaten Sleman. Kelompok seni Sapta Sido Budaya menjadi wadah utama bagi para pelaku budaya tersebut untuk terus berkarya secara konsisten utamanya dalam seni kethoprak.

Para seniman kondang seperti Panji CJDW serta Iwan HN terlihat hadir memberikan arahan teknis kepada seluruh peserta diskusi. Kehadiran tokoh senior tersebut didampingi oleh generasi muda berbakat yakni Mas Brian Riangga serta rekan sejawat Mas Prasetyo Banar.

Kegiatan penting berupa bedah naskah dan proses seleksi pemain dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret ini. Agenda bedah naskah tersebut berlangsung dengan sangat khidmat namun tetap santai penuh candaan khas seniman di Pendapa Panji Mustiko yang berlokasi di Krandon, Sidomoyo, Godean.

Tujuan utama acara ini adalah untuk kembali mempersatukan seluruh seniman muda potensial yang ada di wilayah Kapanewon Godean. Melalui pertemuan tersebut diharapkan bakat terpendam di bidang seni budaya dapat semakin muncul secara nyata ke permukaan publik.

Pertemuan tersebut dilaksanakan mulai pukul 20.30 WIB karena menyesuaikan dengan jadwal ibadah bulan suci Ramadan. Suasana malam itu berjalan dengan sangat lancar serta penuh dengan canda tawa hangat khas para pelaku seni tradisional.

"Kami sengaja mengumpulkan para pemuda berbakat agar regenerasi pemain kethoprak di wilayah Godean tidak akan pernah terputus selamanya," ujar Brian. "Proses pemilihan pemain dilakukan secara sangat teliti agar setiap karakter dalam lakon dapat diperankan dengan maksimal oleh aktor."

"Lakon Karmapala akhirnya resmi dipilih untuk dipentaskan karena memiliki pesan moral yang sangat kuat bagi seluruh masyarakat luas," ucapnya. Panji CJDW selaku sesepuh juga berharap semoga persiapan yang singkat ini dapat memberikan hasil terbaik bagi kontingen Godean pada festival tingkat kabupaten mendatang nanti.

Diskusi mengenai pendalaman karakter dilakukan secara intensif agar seluruh pemain dapat memahami alur cerita yang telah disusun sutradara. Mas Brian Riangga selaku sutradara telah menentukan nama-nama pemain yang dianggap paling tepat untuk memerankan tokoh dalam lakon tersebut.

Semangat kebersamaan yang terjalin antar generasi diharapkan mampu menjaga kelestarian seni kethoprak Mataram di tengah arus modernisasi global. Sinergi antara seniman senior dan junior menjadi kunci utama keberhasilan kelompok Sapta Sido Budaya dalam menghadapi tantangan zaman.

Seluruh rangkaian acara bedah naskah diakhiri dengan komitmen bersama untuk memberikan penampilan terbaik pada panggung festival nantinya. Para peserta meninggalkan pendapa panji mustiko dengan perasaan bangga serta membawa tugas baru untuk mulai menghafal naskah masing-masing pemain. (Gilang Kinantyo Rahmat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....