ARTJOG 2026 Rayakan Generasi lewat Seni Kontemporer
- 12 Jun 2026 10:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia, Jogja Art Fair (ARTJOG), kembali hadir di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, pada 19 Juni hingga 30 Agustus 2026. Memasuki fase baru perjalanan kuratorialnya, ARTJOG tahun ini mengusung tema “Ars Longa: Generatio”, yang menjadi pembuka trilogi kuratorial Ars Longa Trilogia untuk periode 2026–2028 di bawah arahan kurator baru, Farah Wardani.
Tema tersebut berangkat dari ungkapan Latin Ars Longa yang berarti “seni itu panjang”. Gagasan ini menegaskan bahwa seni memiliki relevansi yang terus hidup dan mampu menjadi medium untuk merespons berbagai perubahan sosial, budaya, maupun politik yang terjadi dari generasi ke generasi.
Sebagai bagian pertama dari trilogi, “Ars Longa: Generatio” menyoroti isu generasi, pewarisan pengetahuan, serta pentingnya dialog kreatif lintas usia. Melalui tema ini, ARTJOG ingin menghadirkan ruang pertemuan bagi pengalaman, gagasan, dan praktik berkesenian yang terus berkembang dari masa ke masa.
Kurator ARTJOG 2026, Farah Wardani, mengatakan tema generasi dipilih untuk melihat bagaimana seni terus bertahan melalui proses transfer pengetahuan dan pengalaman antarindividu maupun antarkelompok. “Seni tidak hanya tentang karya yang tercipta hari ini, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan dan nilai-nilai kreatif diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Untuk menerjemahkan gagasan tersebut, ARTJOG menunjuk seniman kontemporer Roby Dwi Antono sebagai seniman komisi. Ia akan menghadirkan karya monumental pada fasad JNM yang dipadukan dengan instalasi patung serta ruang imersif sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman artistik yang lebih mendalam selama festival berlangsung.
Tahun ini ARTJOG menghadirkan karya dari 25 seniman undangan, 19 seniman muda berusia maksimal 35 tahun yang lolos melalui seleksi terbuka, serta 52 seniman anak dan remaja berusia 6 hingga 15 tahun melalui program ARTJOG Kids. Kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia tersebut menjadi representasi nyata semangat lintas generasi yang diusung festival.
Dalam aspek kuratorial, ARTJOG 2026 menghadirkan dua pendekatan utama, yakni Dialogus dan Practica. Pendekatan Dialogus menitikberatkan pada kolaborasi antargenerasi melalui karya-karya yang lahir dari pertemuan pengalaman, pengetahuan, dan jejaring kreatif para seniman lintas usia. Sementara Practica menghadirkan karya individu yang merepresentasikan praktik seni kontemporer, isu sosial, serta semangat zaman yang berkembang di kalangan generasi masa kini.
Direktur ARTJOG menyebut pendekatan tersebut dirancang untuk memperlihatkan bagaimana seni mampu menjadi jembatan dialog antarusia sekaligus ruang ekspresi personal. “Kami ingin menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki perspektif yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem seni yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Bersamaan dengan penyelenggaraan ARTJOG 2026, kawasan Jogja National Museum juga akan menjadi lokasi pelaksanaan edisi kedua Chapter Jogja. Art fair kolaboratif ini mempertemukan galeri regional, internasional, dan berbagai komunitas seni. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat posisi JNM sebagai pusat seni dan budaya sekaligus mempertemukan ruang diskursus seni dengan ekosistem pasar seni yang terus berkembang.
Sebagai bagian dari perayaan budaya yang kerap dijuluki publik sebagai “Lebaran Seni”, ARTJOG kembali menjadi magnet utama bagi pecinta seni dari berbagai daerah. Momentum tersebut diperkuat melalui platform Jogja Art Weeks (JAW) yang pada tahun ini berkolaborasi dengan Festicity, sebuah program yang diinisiasi Forum Jogja Festival guna memperkuat konektivitas berbagai festival seni dan budaya yang berlangsung selama periode ARTJOG.
Komitmen terhadap inklusivitas juga kembali diwujudkan melalui program Love ARTJOG yang melibatkan praktisi seni difabel bersama komunitas seni di Yogyakarta bekerja sama dengan Tab Space dari Bandung. Selain menghadirkan berbagai program publik, pameran, dan pertunjukan performa ARTJOG yang menampilkan kolaborasi seniman dari Indonesia, Prancis, Australia, dan Vietnam, ARTJOG 2026 menegaskan posisinya sebagai salah satu festival seni kontemporer paling berpengaruh di Asia Tenggara sekaligus ruang perjumpaan lintas generasi yang merayakan seni sebagai bagian penting dari kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....