Tak Gengsi Jadi Nelayan, Pelajar SMP Gigih Terjang Ombak Demi Masa Depan
- 03 Jul 2026 15:12 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, AKARTA – Di usia yang baru menginjak 15 tahun, Muhammad Dian Maulana, atau yang akrab disapa Nanang, sudah menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Siswa kelas 1 SMP ini memilih mengisi waktu libur sekolahnya dengan bekerja sebagai nelayan di kawasan pesisir Jakarta, sebuah profesi yang jarang dilirik oleh remaja seusianya.
Nanang mengaku keputusannya untuk melaut bukan semata-mata karena paksaan, melainkan keinginan sendiri agar tidak sekadar berdiam diri di rumah. "Biar enggak gabut juga, Kak. Jadi ada manfaatnya, bisa buat jajan sendiri dan kasih ke orang tua," ujar Nanang dengan rendah hati. Rabu 1 Juli 2026.
Sempat Dilarang Orang Tua
Langkah Nanang menjadi nelayan awalnya tidak berjalan mulus. Orang tuanya sempat melarang karena khawatir akan keselamatan sang putra di tengah laut. Terlebih lagi, sang ayah yang kini bekerja sebagai tukang servis, dulunya juga seorang nelayan dan sangat memahami risiko pekerjaan tersebut. Ibunda Nanang sendiri bekerja di sektor konveksi.
Namun, tekad Nanang yang kuat akhirnya meluluhkan hati kedua orang tuanya. Kini, setiap hari Sabtu, Minggu, atau hari libur sekolah lainnya, Nanang rutin berangkat melaut selepas subuh dan baru kembali pada sore hari sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Risiko dan Perjuangan di Laut
Pekerjaan sebagai nelayan tentu bukan tanpa risiko. Nanang memperlihatkan luka di wajahnya akibat terkena engkolan mesin kapal yang memental. Tak hanya itu, ia juga sempat mengalami mabuk laut hingga muntah-muntah saat pertama kali mencoba melaut di malam hari.
"Risikonya besar, pernah kena engkolan mesin. Tapi sudah biasa kalau kena ombak setiap hari," tuturnya.
Penghasilan dan Bakti pada Orang Tua
Dari setiap kali melaut, Nanang bisa mengantongi uang antara Rp200.000 hingga Rp250.000. Hebatnya, Nanang memiliki manajemen keuangan yang sangat mulia. Ia menyisihkan Rp150.000 untuk diberikan kepada ibundanya, sementara sisanya ia gunakan untuk keperluan jajan dan tabungan pribadinya.
Meski saat ini masih berstatus sebagai pembantu nelayan yang melakukan berbagai pekerjaan di kapal, Nanang memiliki cita-cita besar. Terinspirasi dari seniornya, ia berharap suatu saat nanti bisa memiliki kapal sendiri dan menjadi nelayan sukses yang mampu mengangkat derajat keluarganya.
Kisah Nanang adalah potret nyata kegigihan anak muda Jakarta yang tidak malu berpeluh keringat di laut demi membantu ekonomi keluarga. Di tengah tantangan zaman, sosoknya menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan bakti kepada orang tua bisa dimulai sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....