Kalita: Bertaruh Kesehatan di Balik Kilau Cat Perak demi Masa Depan Sang Buah Hati
- 16 Mei 2026 09:46 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk jalanan ibu kota, sosok Kalita (20) tampak mencolok dengan sekujur tubuh yang diselimuti cat berwarna perak. Sudah tiga tahun lamanya, wanita muda ini melakoni profesi sebagai "Manusia Silver" demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan anak semata wayangnya.
Kisah Kalita menjadi potret nyata sulitnya mencari pekerjaan bagi mereka yang memiliki keterbatasan pendidikan. Kalita, yang hanya mengantongi ijazah Sekolah Dasar (SD), mengaku mulai turun ke jalan sejak masa pandemi COVID-19 pada tahun 2019/2020, saat usianya baru menginjak 17 tahun.
“Dulu pernah kerja jaga toko dan di konveksi, tapi pas COVID berhenti. Karena ijazah cuma SD, susah cari kerja lagi, akhirnya mutusin jadi Manusia Silver sampai sekarang,” ujar Kalita dalam sebuah wawancara RRI Jakarta, Jumat 15 Mei 2026.
Untuk mendapatkan penampilan mengkilap tersebut, Kalita menggunakan campuran tinta sablon dan minyak sayur. Biaya bahan yang dikeluarkan sekitar Rp30.000, yang biasanya digunakan bersama-sama dengan rekan seprofesinya. Meski menyadari risiko kesehatan kulit yang mengintai, Kalita mengaku tidak punya banyak pilihan.
Penghasilan yang ia dapatkan pun tak menentu. Di hari-hari biasa, ia bisa mengantongi keuntungan bersih antara Rp50.000 hingga Rp120.000. Uang tersebut ia gunakan untuk membayar kontrakan bulanan sebesar Rp350.000, membeli kebutuhan makan, dan yang terpenting, membeli susu untuk anaknya.
“Kalau ditanya cukup atau nggak, ya dicukup-cukupin. Yang penting anak bisa minum susu dan bisa bayar kontrakan,” tambahnya.
Menjadi Manusia Silver bukan tanpa risiko. Selain masalah kesehatan, Kalita harus sering kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP. Tak jarang, ia harus kehilangan uang hasil jerih payahnya agar bisa dibebaskan dari penangkapan, atau terancam dibawa ke panti sosial.
Rasa malu pun kerap menghinggapinya, terutama saat ada orang yang ia kenal melintas. Namun, rasa malu itu ia tepis demi tanggung jawab sebagai seorang ibu.
“Sebenarnya malu, tapi mau gimana lagi demi makan. Kalau lagi malu banget, ya dibawa bercanda aja,” tuturnya.
Meski kini suaminya bekerja sebagai juru parkir, beban ekonomi tetap terasa berat. Di akhir wawancara, Kalita menyampaikan harapannya yang sederhana namun mendalam kepada pemerintah. Ia merindukan pekerjaan yang lebih layak dan manusiawi untuk mengubah nasibnya.
“Harapannya cuma pengen dikasih kerjaan yang enak, nggak usah gaji gede yang penting bisa ngerubah hidup biar nggak jadi Manusia Silver lagi,” pungkasnya penuh harap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....