BBPOM Banjarbaru Edukasi Lima Kunci Keamanan Pangan bagi UMKM
- 16 Jul 2026 09:12 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penerapan lima kunci keamanan pangan menjadi langkah penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan dipercaya konsumen. Prinsip tersebut dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab industri besar, tetapi juga harus diterapkan oleh seluruh pelaku usaha pangan.
Hal itu disampaikan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai Besar POM (BBPOM) di Banjarbaru, Yuniar Ayu Handayani, S.Si., Apt., dalam program Ruang UMKM RRI Pro 4 Banjarmasin, Selasa, 14 Juli 2026. Ia menekankan bahwa keamanan pangan harus menjadi budaya dalam setiap proses produksi.
Yuniar menjelaskan keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami proses pengolahan pangan yang benar agar produk tetap aman hingga dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga jenis cemaran yang perlu diwaspadai, yaitu cemaran fisik, biologis, dan kimia. Cemaran tersebut dapat berasal dari rambut, pecahan kaca, bakteri, virus, jamur, parasit, hingga penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.
"Keamanan pangan dimulai dari hal-hal sederhana," ujarnya. “Menjaga kebersihan, menggunakan bahan baku yang aman, hingga memastikan proses pengolahan dilakukan dengan benar merupakan langkah penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga reputasi usaha.”
Ia memaparkan lima kunci keamanan pangan yang harus diterapkan pelaku UMKM, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan pangan matang, memasak makanan hingga matang sempurna, menyimpan pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang berkualitas.
Yuniar menambahkan, pemisahan bahan mentah dan makanan siap konsumsi perlu dilakukan dengan menggunakan peralatan yang berbeda. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Menurutnya, penerapan lima kunci keamanan pangan tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing produk UMKM. Produk yang aman dan berkualitas akan lebih mudah memperoleh kepercayaan konsumen, memenuhi persyaratan perizinan, serta memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas.
BBPOM di Banjarbaru juga terus mengampanyekan budaya keamanan pangan melalui berbagai program pembinaan di pasar tradisional maupun komunitas. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha dan masyarakat menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....