Inovasi Urban Farming Sulap Atap Jadi Lumbung Pangan dan Solusi Stunting
- 23 Jun 2026 16:18 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Kelurahan Tangki, Jakarta Barat, menunjukkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan perkotaan melalui program urban farming yang kreatif dan produktif. Memanfaatkan area atap gedung (rooftop) dan sebagian kecil trotoar, kelurahan ini berhasil mengubah lahan terbatas menjadi sumber pangan bergizi bagi warganya.
Lurah Tangki Taufik dalam sebuah kesempatan wawancara, mengungkapkan bahwa transformasi ini dimulai dengan mengganti tanaman hias menjadi tanaman produktif. Kini, area kantor kelurahan dihiasi oleh berbagai komoditas seperti pisang (jenis Ambon dan Kepok), tebu merah dan kuning, jahe, kunyit, kangkung, hingga labu madu.
Ekonomi Kreatif dan Jaminan Kualitas
Hasil panen dari kebun rooftop ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dipasarkan kepada warga sekitar melalui grup WhatsApp maupun kunjungan langsung. Harga yang ditawarkan berada di atas harga pasar tradisional namun tetap di bawah harga pasar modern, menjadikannya pilihan ekonomis bagi warga.
"Warga sangat antusias karena kami menjamin kualitasnya. Air yang digunakan bersih dan hasil sayurannya rutin dicek oleh dinas terkait (KPKP) untuk memastikan keamanannya," ujar Taufik kepada RRI Jakarta, Senin 22 Juni 2026.
Selain sayuran segar, Kelurahan Tangki juga mengembangkan produk olahan nilai tambah. Lidah buaya Pontianak yang ditanam di sana diolah menjadi minuman Lemon Tea dengan topping lidah buaya yang dijual seharga Rp10.000 per botol. Produk ini bahkan sudah menjangkau konsumen di luar kota seperti Depok dan wilayah Jakarta lainnya.
Kontribusi Nyata Melawan Stunting
Lebih dari sekadar nilai ekonomi, program urban farming ini memiliki misi sosial yang kuat. Sebagian hasil panen, terutama labu madu yang kaya gizi, dialokasikan secara gratis untuk program penanganan stunting di Posyandu setempat.
"Labu madu gizinya sangat baik untuk anak-anak. Kami mengolahnya menjadi puding agar anak-anak menyukainya. Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk kesehatan generasi mendatang di Kelurahan Tangki," tambahnya.
Kolaborasi dan Konsistensi
Keberhasilan program ini merupakan buah kolaborasi antara aparatur kelurahan, penggerak PKK, dan petugas PPSU. Sementara pihak kelurahan menyiapkan bahan kerja dan pupuk, kader PKK yang dipimpin oleh istri Lurah bertanggung jawab atas pengawasan harian dan pengaturan tanam. Petugas PPSU turut membantu dalam pemeliharaan berat, mengingat lokasi kebun berada di lantai empat.
Meski menghadapi tantangan lahan yang sempit dan cuaca yang tidak menentu, Pak Lurah menekankan bahwa kunci utama dari urban farming adalah konsistensi dan pengawasan.
"Selama ada kemauan dan konsistensi, tidak ada kata tidak bisa. Kami ingin membuktikan bahwa di tengah kota yang padat, kita tetap bisa berdaya secara pangan," pungkasnya. Ke depannya, Kelurahan Tangki juga berencana mengembangkan peternakan unggas untuk melengkapi ekosistem ketahanan pangan mandiri mereka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....