Sulteng Targetkan Transformasi Ekonomi lewat Industri Durian
- 13 Apr 2026 17:16 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Kamar Dagang dan Industri Parigi Moutong (Kadin Parimo) menargetkan transformasi besar ekonomi Sulawesi Tengah melalui pengembangan industri durian dari hulu hingga hilir dalam lima tahun ke depan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Sulteng di pasar ekspor durian.
Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong mengatakan durian telah menjadi komoditas ekspor sekaligus sumber ekonomi baru bagi daerah. “Kadin Parigi Moutong sebagai pihak yang memprakarsai kegiatan ekspor berkomitmen memajukan investasi durian,” ujarnya di Parigi pada Minggu, 12 April 2026.
Target program mencakup penanaman 10 juta pohon durian produktif, pembangunan 1.000 unit rumah kemas (packing house), dan penyerapan 250.000 tenaga kerja di seluruh Sulawesi Tengah. Upaya ini dibangun diatas pondasi yang sudah ada, dengan sekitar 400 ribu pohon durian montong produktif di lahan seluas 4.000 hektare.
Di sektor hilir, perkembangan juga mulai terlihat. Saat ini tercatat 42 unit rumah kemas telah berdiri di Kota Palu, Parigi Moutong, dan Sigi. “Artinya kita tidak mulai dari nol. Infrastruktur hilir sudah ada, tinggal kita percepat menuju skala 1.000 unit,” tutur Faradiba.
Kabupaten Poso menjadi salah satu fokus pengembangan rumah kemas karena memiliki jumlah durian produktif terbanyak di Sulteng. Pendekatan berbasis potensi wilayah dinilai penting agar pembangunan efektif dan berdampak langsung terhadap ekonomi daerah. “Daerah yang kuat di sektor produksi harus diperkuat di hilir. Di situlah nilai tambah akan tercipta,” kata Faradiba.
Program penanaman 10 juta pohon durian akan melibatkan petani lokal dengan standar budidaya berbasis kualitas ekspor. Sementara pembangunan 1.000 rumah kemas menjadi tulang punggung sistem logistik modern untuk menjaga kualitas, meningkatkan nilai tambah, dan memastikan kontinuitas pasokan durian dalam skala besar.
Kadin Parigi Moutong menekankan bahwa keberhasilan program ini akan membuka kesempatan kerja luas dan menggerakkan berbagai sektor ekonomi. “Kalau tidak ada hilirisasi, kita hanya menjual bahan mentah. Kehadiran rumah kemas akan masuk dalam rantai perdagangan global,” ujar Faradiba.
Untuk memperkuat produktivitas, Kadin berkolaborasi dengan pemerintah daerah se-Sulteng dalam pengalokasian anggaran untuk mendukung penanaman bibit durian. Faradiba berharap Gubernur Sulawesi Tengah dapat mengorkestrasi program ini secara terintegrasi agar Sulteng menjadi episentrum industri durian nasional dan pemain utama ekspor dunia. “Sulawesi Tengah sudah punya dasar. Sekarang saatnya mempercepat dan melompat jauh ke depan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....