Tampil Necis, Laku 300 Porsi Dijuluki "Bakso Presiden"
- 03 Apr 2026 07:31 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA– Sudio (45), atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Baron, kini menjadi fenomena unik di dunia kuliner kaki lima Jakarta. Betapa tidak, di tengah terik matahari, pria ini tetap setia melayani pelanggan dengan penampilan layaknya seorang pejabat atau eksekutif muda—lengkap dengan setelan jas formal, kemeja rapi, dasi, kacamata hitam, hingga sepatu pantofel yang mengkilap.
Kisah di balik penampilan "parlente" Pak Baron ternyata sangat menyentuh. Sebelum berjualan bakso, Pak Baron sempat berjualan bubur ayam. Namun, gaya berpakaian formal ini baru ia mulai sekitar tiga tahun lalu saat masih berjualan di kawasan Kebantenan.
Ia mengaku awalnya hanya berusaha tampil rapi dengan kemeja dan sepatu. Namun, kerapiannya tersebut justru membuat para pelanggan terkesan. "Awalnya biasa saja, tapi karena pelanggan lihat saya rapi, mereka malah kasih jas, dasi, sampai kacamata. Sekarang saya punya empat setelan jas, semuanya pemberian dari pelanggan, termasuk dari ibu-ibu guru di Kelapa Gading," ungkap Pak Baron penuh syukur.
Bagi Pak Baron, berpakaian rapi bukan sekadar gaya-gayaan. Ia menganggap hal tersebut sebagai bentuk sopan santun dan penghormatan kepada pembeli. "Jual makanan itu harus rapi, bersih, jadi sopan sama yang beli. Kalau kita rapi, yang beli juga ikut merasa enak dan nyaman," tambahnya.
Dedikasinya tidak berhenti pada penampilan. Pak Baron juga dikenal sangat religius dan santun. Setiap kali meracik bakso ke dalam mangkuk, ia tak pernah putus merapalkan doa "Bismillah". Ia pun tak segan meminta maaf jika ada pelanggan yang merasa kurang puas dengan layanannya.
Gaya unik dan rasa bakso yang lezat terbukti menjadi magnet bagi pembeli. Dalam sehari, Pak Baron mampu menghabiskan sekitar 27 hingga 30 kilogram daging, yang setara dengan kurang lebih 300 porsi bakso.
Meski tampil mewah, harga bakso Pak Baron tetap sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Karena penampilannya yang menyerupai pejabat, banyak pelanggan yang berkelakar memanggilnya sebagai "Bakso Presiden" atau menyamakannya dengan tokoh publik seperti Prabowo Subianto.
"Wah, keren banget, rapi kayak orang kantoran. Baksonya juga enak, apalagi harganya murah tapi penampilannya mahal," ujar salah satu pelanggan setia.
Kisah Pak Baron memberikan inspirasi bahwa profesionalisme dalam bekerja tidak memandang jenis profesi. Dengan penampilan rapi, pelayanan yang tulus, dan kualitas produk yang terjaga, seorang penjual bakso keliling pun bisa mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....