Jejak Sejarah NFT, Dari Eksperimen Blockchain hingga Mendunia
- 17 Jul 2026 21:04 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Perjalanan Non-Fungible Token (NFT) tidak terjadi secara instan. Teknologi ini telah melalui proses panjang sejak pertama kali diperkenalkan pada 2014 hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi digital dan ekosistem Web3. Awalnya, NFT hanya dikenal oleh kalangan pengembang blockchain dan komunitas kripto, sebelum akhirnya menarik perhatian masyarakat luas beberapa tahun kemudian.
Melansir dari nftnow.com, NFT pertama di dunia tercatat bernama Quantum, yang dibuat oleh Kevin McCoy pada blockchain Namecoin pada 2014. Kehadiran Quantum menjadi tonggak awal konsep kepemilikan aset digital yang unik. Setelah itu, berbagai proyek berbasis blockchain mulai bermunculan, seperti Spells of Genesis pada 2015 sebagai permainan kartu berbasis blockchain pertama, serta Rare Pepes pada 2016 yang menjadi salah satu pelopor seni digital berbasis blockchain. Meski demikian, proyek-proyek tersebut masih terbatas di kalangan komunitas kripto dan belum dikenal secara luas.
Perkembangan NFT mulai mengalami perubahan besar pada 2017 ketika blockchain Ethereum menghadirkan teknologi smart contract yang mempermudah proses pembuatan, penyimpanan, dan perdagangan aset digital. Pada masa inilah koleksi CryptoPunks diluncurkan dan menjadi salah satu proyek NFT paling berpengaruh. Karakter-karakter digital yang dihasilkan secara algoritmik tersebut kemudian menjadi inspirasi lahirnya berbagai koleksi NFT populer lainnya.
Popularitas NFT semakin melonjak pada 2021. Salah satu pemicunya adalah penjualan karya digital Everydays: The First 5000 Days karya Beeple melalui rumah lelang Christie’s dengan nilai sekitar 69 juta dolar Amerika Serikat. Penjualan tersebut menjadi perhatian dunia dan membuktikan bahwa karya digital dapat memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Pada periode yang sama, berbagai NFT lain, termasuk CryptoPunks dan karya seniman digital lainnya, juga mencatat transaksi bernilai jutaan dolar.
Seiring meningkatnya minat masyarakat, pemanfaatan NFT pun berkembang melampaui dunia seni digital. Teknologi ini mulai diterapkan dalam permainan berbasis blockchain seperti Axie Infinity, dunia virtual seperti Decentraland, hingga berbagai proyek koleksi digital yang dikembangkan perusahaan besar. NFT kemudian dimanfaatkan sebagai bukti kepemilikan aset digital, tiket acara, barang koleksi, hingga bagian dari strategi pemasaran berbagai merek global.
Hingga kini, NFT terus mengalami perkembangan seiring inovasi teknologi blockchain. Meski tren pasarnya mengalami pasang surut, konsep kepemilikan digital yang ditawarkan NFT tetap menjadi fondasi penting dalam ekosistem Web3. Melalui teknologi ini, kreator memiliki peluang lebih luas untuk memonetisasi karya, sementara kolektor memperoleh kepastian kepemilikan aset digital yang tercatat secara transparan di blockchain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....