Deflasi Provinsi Sumut pada Maret 2026 Dipicu Melimpahnya Stok Cabai Merah
- 05 Apr 2026 14:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan deflasi sebesar 0,13 persen pada Maret 2026, bertepatan dengan periode Ramadan dan Lebaran 1447 Hijriah. Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Asim Saputra, menyebut kondisi ini menjadi fenomena baru karena berbeda dari pola tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk pertama kalinya selama beberapa periode Ramadhan dan Lebaran, bulan Maret 2026, kita mengalami deflasi 0,13 persen,” ujar Asim, Rabu 1 April 2026.
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender hingga Maret 2026 juga tercatat deflasi sebesar 0,66 persen. Asim menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi dengan andil 0,13 persen.
"Sumbangan terbesar deflasi kita dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil deflasi 0,13 persen. Kemudian beberapa bahan kelompok pengeluaran lainnya, yaitu pada perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang menyumbang andil inflasi atau deflasi 0,07 persen," ucap Asim.
Komoditas cabai merah menjadi faktor dominan penekan inflasi di Sumut. Asim menyebutkan ketersediaan stok yang melimpah membuat harga turun signifikan.
“Cabai merah mendominasi di Provinsi Sumatera Utara dengan stok yang melimpah saat ini pada bulan Maret 2026 menyumbang andil deflasi 0,19 persen," kata Asim.
Harga cabai merah yang berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram turut memperkuat tren deflasi. Selain cabai merah, komoditas lain yang menyumbang deflasi antara lain tomat, cabai rawit, emas perhiasan, dan bawang merah.
"Untuk komoditas yang kedua adalah tomat dengan andil deflasi 0,13 persen, cabai rawit deflasi 0,03 persen, emas perhiasan juga deflasi 0,07 persen, dan bawang merah deflasi 0,05 persen. Lima komoditas utama inilah yang menjadi penyumbang deflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 1447 Hijriah," ujar Asim.
Asim menambahkan, penurunan harga cabai merah terjadi cukup tajam di sejumlah daerah. Komoditas tomat juga turut mengalami deflasi.
Labuan Batu mengalami deflasi hingga 21,70 persen, Karo 17,99 persen, Deli Serdang 22,75 persen, Sibolga 24,87 persen dan deflasi terbesar berada di Pematang Siantar 30,42 persen. Komoditas tomat, deflasi terbesar terjadi di Labuhanbatu sebesar 29,61 persen, disusul Deli Serdang 24,60 persen, Pematang Siantar 20,50 persen, dan Medan 20,83 persen.
Fenomena deflasi juga terjadi merata di sejumlah kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara. Asim mengungkapkan, kota-kota IHK mengalami penurunan indeks harga.
“Saat ini kota-kota IHK kita mengalami deflasi secara keseluruhan, seperti di Karo secara month to month deflasi 0,38 persen, Sibolga 0,20 persen, Gunung Sitoli yang sebelumnya mengalami inflasi secara berturut-turut karena bencana di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, saat ini mengalami deflasi 0,43 persen. Untuk Padangsidimpuan deflasi 0,01persen, Medan 0,01 persen, Deli Serdang 0,26 persen, Pematang Siantar 0,02 persen dan Labuhanbatu 0,57 persen," kata Asim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....